Freeport Tuntaskan Rehabilitasi 484 Hektare Mangrove di NTB

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:57:01 WIB
Freeport Indonesia Selesaikan Rehabilitasi Mangrove di NTB [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyelesaikan rehabilitasi hutan mangrove seluas 484 hektare di kawasan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai wujud dari komitmen perseroan dalam menyokong target restorasi mangrove nasional.

"Penanaman manggrove adalah suatu hal yang menjadi komitmen kami. Dalam operasionalnya kami tentu saja tidak semata-mata hanya produksi yang dipikirkan, tapi lebih juga kepada lingkungan," kata Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas saat ditemui di sela-sela aktivitas penanaman bibit mangrove di Labuan Alas, Kabupaten Sumbawa, NTB, Selasa (07/07/2026).

Tony memaparkan keberhasilan program tersebut menjadi capaian terbesar dalam penataan kembali kawasan mangrove yang dilaksanakan perseroan di luar area Papua, sekaligus memperkokoh sumbangsih sektor industri dalam menopang ekonomi hijau dan penanganan perubahan iklim.

Pemulihan lahan mangrove ini ialah langkah konkret dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta PT Freeport Indonesia yang disepakati sejak tahun 2023.

Lewat kemitraan tersebut, ia mengimbuhkan, pihak perusahaan mematok target rehabilitasi mangrove hingga 2.000 hektare di luar wilayah operasi utamanya sebagai kontribusi bagi agenda restorasi mangrove nasional.

"NTB punya potensi yang besar dan memang ekosistemnya menunjang untuk hal itu (penanaman mangrove)," kata Tony.

Proses pemulihan ekosistem mangrove di Nusa Tenggara Barat ini dilaksanakan lewat dua gelombang, yaitu seluas 193 hektare pada tahun 2025 di wilayah Kabupaten Lombok Timur serta Kabupaten Sumbawa. 

Kegiatan diteruskan seluas 291 hektare pada tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa, sehingga akumulasi luas lahan yang direhabilitasi menyentuh angka sekitar 484 hektare.

Agenda ini menempatkan Nusa Tenggara Barat menjadi satu di antara lima provinsi yang telah mengantongi dokumen Rancangan Teknis (RANTEK) untuk pengerjaan rehabilitasi mangrove.

 Penetapan zona penanaman dikerjakan atas rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup yang selanjutnya divalidasi oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sampai tahun 2026, Freeport Indonesia tercatat sudah menanam sebanyak 1,5 juta bibit mangrove yang mayoritas berasal dari varietas Rhizophora sp di daerah Nusa Tenggara Barat.

Varian Rhizophora sp atau yang lazim dikenal sebagai pohon bakau berfungsi menjaga kawasan pesisir dari pengikisan pantai, perembesan air laut, meredam ombak, hingga menjadi habitat berkembang biak bagi komoditas ikan dan udang.

Proyek pemulihan tersebut turut memberdayakan 1.500 warga setempat, mulai dari fase penyemaian bibit, proses penanaman, hingga tahap perawatan. 

Program ini memberikan dampak finansial positif lewat pembukaan lapangan pekerjaan baru yang bertumpu pada pelestarian alam.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menyampaikan apresiasi atas langkah sektor swasta (private sector) yang ikut serta menyokong pemerintah dalam mengembalikan fungsi ekosistem mangrove di tanah air.

Ia menerangkan bahwa tegakan mangrove mempunyai kemampuan menyerap emisi karbon yang berlipat ganda, berkisar empat hingga lima kali lipat lebih tinggi jika dikomparasikan dengan tanaman tropis darat biasa.

"Semua pihak, semua organisasi, bisnis ataupun non-bisnis, semuanya juga punya tanggung jawab untuk memperbaiki alam terkhusus yang di pesisir seperti mangrove," demikian Jumhur.

Terkini