Purbaya Proyeksi Pendapatan Negara 2026 Tembus Rp3.208 Triliun

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:38:32 WIB
Lampaui Target APBN, Pendapatan Negara 2026 Diproyeksi Naik [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksikan pencapaian pendapatan negara sampai pada pengujung tahun 2026 bakal melebihi target dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Pihak pemerintah mengestimasi perolehan pendapatan negara mampu menyentuh angka Rp3.208,1 triliun atau setara dengan 101,7 persen dari pagu target APBN.

Estimasi positif itu diutarakan oleh Purbaya sewaktu menjabarkan Laporan Pelaksanaan APBN Semester I serta Prognosis Semester II Tahun Anggaran 2026 dalam agenda rapat kerja bersama jajaran Badan Anggaran DPR RI, Selasa (7/7/2026).

"APBN 2026 dijaga tetap sehat dan berkesinambungan, dengan pembiayaan anggaran yang efisien, defisit terkendali dalam batas aman sebesar 2,85 persen PDB untuk menjaga kredibilitas fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," kata Purbaya.

Sepanjang paruh pertama atau Semester I 2026, pundi-pundi pendapatan negara terkonfirmasi sudah menyentuh nominal Rp1.459,4 triliun atau setara dengan 46,3 persen dari target APBN. 

Capaian realisasi tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 21,4 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Purbaya menjabarkan, pilar penerimaan negara tersebut ditopang kuat oleh setoran sektor perpajakan yang menyumbang sebesar Rp1.187,8 triliun serta perolehan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang menembus Rp271 triliun.

Menurut pandangan dirinya, keberhasilan capaian tersebut dipicu oleh eskalasi aktivitas roda perekonomian, pembenahan sistem tata kelola di sektor perpajakan maupun kepabeanan, serta peningkatan mutu pelayanan pada kementerian, lembaga, hingga Badan Layanan Umum.

Pada sisi yang berbeda, realisasi penyerapan belanja negara sampai dengan Semester I 2026 dilaporkan menyentuh angka Rp1.656 triliun atau sekitar 43,1 persen dari pagu APBN. 

Nominal penyerapan tersebut melonjak naik 17,8 persen apabila dikomparasikan dengan kurun waktu yang sama di tahun lalu.

Alokasi belanja negara tersebut disalurkan guna mengakomodasi bermacam agenda program prioritas milik pemerintah, bermula dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penggelontoran dana bantuan sosial, akselerasi pembangunan infrastruktur, penyediaan subsidi serta kompensasi, hingga penyaluran dana transfer ke daerah.

Melalui dinamika pergerakan tersebut, angka defisit APBN sepanjang Semester I 2026 tercatat berada di level Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), posisi yang dinilai masih bertengger di dalam batas aman.

Hingga pengujung tahun nanti, pihak otoritas memproyeksikan total belanja negara bakal menyentuh nominal Rp3.942,4 triliun atau berkisar 102,6 persen dari batas pagu APBN.

 Sementara itu, untuk angka defisit APBN diestimasikan bertengger pada nominal Rp734,3 triliun atau setara dengan 2,85 persen terhadap PDB.

Terkini