Melantai di Bursa, Emiten RS Mata JECX Targetkan Laba Rp320 Miliar

Selasa, 07 Juli 2026 | 02:01:31 WIB
Resmi Listing di BEI, JECX Bidik Pendapatan Rp1 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA — Perusahaan di sektor kesehatan, PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX), mencanangkan target perolehan pendapatan hingga menyentuh angka Rp1 triliun dengan proyeksi laba bersih sebesar Rp320 miliar di sepanjang tahun 2026 setelah secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Keuangan Nitrasanata Dharma, Budi Djatmiko, mengutarakan bahwa perusahaan pengelola jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics tersebut merasa optimistis dapat mengonversi target pendapatan maupun laba bersih menjadi realisasi nyata dengan berfokus pada pengawalan efisiensi lini operasional.

"Kami masih optimistis [pendapatan] mencapai Rp900 miliar sampai Rp1 triliun masih bisa dicapai. Untuk laba bersih kurang lebih sekitar Rp320 miliar. Ini tergantung dari bagaimana kami memonitor dan mengawasi cost itu sendiri,” ujarnya saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Budi menjabarkan bahwa sektor industri jasa pelayanan kesehatan pada saat sekarang memerlukan langkah penyelarasan taktik operasional secara berkelanjutan dalam merespons dinamika situasi ekonomi. Oleh sebab itu, JECX secara berkala meninjau ulang strategi usaha perusahaan, meliputi program pelayanan beserta regulasi operasional demi mengamankan volume angka kunjungan dari para pasien.

Di sisi lain, pihak perseroan juga konsisten memantau pemenuhan target akumulasi kuantitas pasien di tengah kecenderungan perilaku konsumen yang dinamis dalam memutuskan pelaksanaan tindakan medis.

“Ada kemungkinan pasien itu misalnya menahan sedikit [tindakan medis], baru nanti tahun depan direalisasikan, tetapi pemeriksaannya dikejar tahun ini. Hal ini yang memengaruhi kenaikan atau penurunan kinerja keuangan," kata Budi.

Di samping itu, realisasi perolehan laba bersih perusahaan diproyeksikan masih mempunyai ruang pergerakan naik-turun sekitar 10% dari indikator target yang telah dicanangkan sebelumnya. Potensi fluktuasi ini paling utama dipicu oleh variabel eksternal, khususnya yang bersumber dari pos beban biaya operasional.

Menurut penilaian Budi, tekanan pada sektor biaya hingga saat sekarang masih datang dari lini para pemasok peranti alat kesehatan serta logistik medis. Segenap vendor tersebut dilaporkan masih melewati tantangan kenaikan biaya produksi sebagai imbas dari keterbatasan ketersediaan bahan baku pada lingkup pasar global.

Sebagai informasi, JECX mengunci harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di level Rp1.250 per lembar saham, yang mana angka tersebut berada pada batas bawah rentang proses bookbuilding sebesar Rp1.200 - Rp1.400.

 Perusahaan tercatat melepas total 487,98 juta lembar saham yang terbagi atas 325,32 juta lembar saham baru serta 162,66 juta lembar saham divestasi. Skema pelepasan tersebut menghasilkan nilai total keseluruhan penawaran mencapai sekitar Rp609,98 miliar, dengan besaran dana segar yang mengalir masuk ke kantong kas internal perusahaan lewat penerbitan saham baru menyentuh angka Rp406,65 billion.

Terkini