Tak Cuma Bumil, Ini Pemicu Stretch Mark di Pundak dan Solusinya

Rabu, 08 Juli 2026 | 01:57:01 WIB
Penyebab Stretch Mark di Pundak dan Cara Tepat Mengatasinya [FOTO: NET].

JAKARTA - Fenomena guratan garis halus atau stretch mark kerap kali diidentikkan dengan masa kehamilan atau akibat lonjakan berat badan. Padahal, guratan yang mula-mula berwarna kemerahan hingga akhirnya memutih ini nyatanya juga bisa timbul di bagian pundak, termasuk pada tubuh individu yang aktif berolahraga.

Menurut pemaparan dari dokter spesialis kulit bersertifikat, Dr. Dendy Engelman, guratan pada bahu tersebut umumnya terbentuk tatkala jaringan kulit mengalami tekanan peregangan dalam tempo yang instan. Efeknya, struktur serat kolagen beserta elastin yang berada di lapisan bawah kulit ikut mengalami kerusakan. 

Walaupun sama sekali tidak memicu bahaya kesehatan, sebagian orang tetap memilih untuk menyamarkan guratan tersebut demi menjaga penampilan estetika tubuh. Lantas, faktor apa saja yang memicu kemunculan guratan ini di pundak serta bagaimana langkah solusinya?

Apa penyebab stretch mark di pundak?

Peregangan jaringan kulit yang dipicu oleh pembesaran otot bertindak sebagai faktor penyebab yang paling utama. Munculnya guratan pada pundak ini paling sering distimulasi oleh transformasi dimensi tubuh yang bergulir secara kilat, utamanya akibat lonjakan pada volume massa otot.

Kondisi demikian jamak dijumpai pada individu yang intens menempuh latihan beban berat atau program pembentukan otot dada dan bahu.

"Stretch mark di pundak biasanya disebabkan oleh pertumbuhan atau penyusutan otot yang berlangsung cepat. Jika kulit tidak memiliki cukup kolagen dan elastisitas, stretch mark dapat muncul saat kulit meregang,” kata Dr. Engelman, Senin (6/7/2026).

Di samping pembentukan massa otot, penyusutan berat badan dalam jumlah besar secara mendadak juga berpotensi merusak kestabilan struktur kulit, sehingga bekas guratan halus menjadi lebih rentan mencuat. Hal tersebut dipicu karena lapisan kulit memerlukan tenggat waktu tersendiri guna menyelaraskan diri terhadap perubahan ukuran tubuh yang baru.

Cara mencegah stretch mark di pundak

1. Menaikkan volume massa otot secara bertahap Kendati kehadirannya tidak selalu bisa dihindari 100%, risiko timbulnya guratan halus ini dapat diminimalkan dengan cara mencegah transformasi bentuk tubuh yang terlampau instan. Bagi kalangan yang rutin melakoni olahraga angkat beban, penambahan intensitas serta volume latihan idealnya dipraktikkan secara perlahan dan berjenjang.

"Jika kamu sering melakukan latihan beban, peluang munculnya stretch mark di pundak dapat dikurangi dengan membangun massa otot secara perlahan, bukan meningkatkannya secara cepat," ujar Dr. Engelman.

Penerapan pola ini memberikan ruang bagi kulit untuk beradaptasi secara natural terhadap perubahan volume otot sekaligus menjaga kadar elastisitas alaminya.

2. Guratan baru bisa disamarkan lewat terapi topikal Bila guratan halus tersebut tergolong baru terbentuk dan masih memperlihatkan rona kemerahan atau keunguan, pengolesan produk perawatan kulit luar dapat membantu memudarkan tampilannya. Penggunaan formula yang diperkaya asam hialuronat (hyaluronic acid) efektif mengunci kelembapan kulit, sedangkan pemakaian retinoid topikal andal dalam memicu regenerasi kolagen baru.

"Retinoid topikal dapat membantu meminimalkan tampilan stretch mark yang masih baru karena meningkatkan produksi kolagen dan mempercepat pergantian sel kulit,” saran Dr. Engelman.

Kendati demikian, khasiat dari terapi topikal ini tidak dapat dinikmati secara instan. Pengaplikasian produk wajib dipraktikkan secara rutin serta telaten agar perubahan positif pada tekstur kulit mulai nampak dalam hitungan beberapa pekan hingga berbulan-bulan.

3. Guratan lama dapat ditanggulangi melalui tindakan medis dokter Bagi kondisi guratan yang sudah menahun dan telah memudar menjadi warna putih atau keperakan, opsi perawatan langsung di klinik estetika umumnya menyuguhkan hasil yang jauh lebih optimal ketimbang sekadar menggunakan krim oles. Dr. Engelman memberikan opsi tindakan medis seperti terapi laser Fraxel, metode microneedling, ataupun teknik CO2 laser resurfacing.

Ketiga jenis prosedur klinis tersebut bekerja aktif memicu produksi kolagen beserta elastin baru, sehingga permukaan tekstur kulit luar menjadi kembali rata dan tampilan guratan perlahan-lahan memudar.

Walau begitu, pakar dermatologi Jodi LoGerfo bersama Dr. Engelman senada menegaskan bahwa guratan halus merupakan perkara kulit yang sangat lumrah dialami banyak orang dan tidak mengancam kesehatan fisik. Dengan demikian, pilihan untuk menempuh jalur perawatan klinis sepenuhnya kembali pada preferensi, kebutuhan, dan kenyamanan pribadi tiap-tiap individu. Jika Anda membidik hasil yang paling maksimal, melakukan sesi konsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat membantu mendeteksi jenis terapi yang paling akurat sesuai kondisi guratan yang dialami.

Terkini