JAKARTA - PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat bisnisnya melalui kinerja positif sepanjang 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba dan mempertahankan konsistensi pencapaian proyek yang strategis di berbagai sektor.
Direktur Utama WKI, Bambang Dwi Wijayanto, menyatakan pendapatan usaha terbesar bersumber dari segmen konstruksi. Proyek jalan tol di Sumatera, termasuk KAPB dan Paltung, menjadi kontributor utama bagi realisasi kinerja positif tersebut.
Realisasi Nilai Kontrak Baru dan Konsistensi Kinerja
Pada 2025, WKI berhasil mencapai Nilai Kontrak Baru (NKB) sesuai target dengan ketercapaian 100,07 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Pencapaian ini melanjutkan tren positif setelah pada 2024, perusahaan merealisasikan NKB sebesar 116,72 persen dari target RKAP.
Bambang menekankan bahwa konsistensi pencapaian NKB selama dua tahun berturut-turut menunjukkan soliditas kinerja WKI. Hal ini terutama terlihat pada fungsi pemasaran yang efektif dan kemampuan menjaga realisasi kontrak sesuai target.
Keberhasilan ini memperkuat posisi WKI sebagai pemain utama di sektor konstruksi. Realisasi NKB yang konsisten juga memberikan keyakinan bagi perusahaan dalam mengelola proyek-proyek besar di masa depan.
Diversifikasi Usaha dan Ekspansi ke Sektor Pertambangan
Selain konstruksi, pada 2025 WKI mulai melebarkan sayap ke sektor pertambangan. Perusahaan memperoleh kontrak pekerjaan infrastruktur dari perusahaan tambang, sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha yang terencana.
Bambang menjelaskan bahwa diversifikasi ini membantu WKI menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks. Pendekatan ini juga memperkuat hubungan dengan mitra strategis serta memperluas jaringan pasar eksternal.
Selain pertambangan, WKI juga mencatat kontribusi signifikan dari segmen trading, pengelolaan alat berat, dan manufaktur. Secara keseluruhan, segmen konstruksi mendominasi NKB 2025 dengan kontribusi sekitar 76,6 persen, disusul trading 15,1 persen, alat berat 8,1 persen, dan manufaktur 0,2 persen.
Penguatan portofolio usaha ini menunjukkan fokus WKI dalam menjaga keseimbangan antara proyek inti dan ekspansi bisnis. Strategi ini dianggap penting untuk menghadapi dinamika pasar infrastruktur yang kian kompetitif.
Kinerja Positif Sebagai Landasan Optimisme Tahun 2026
Bambang menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh insan WKI atas kerja keras sepanjang 2025. Pencapaian ini menjadi pijakan kokoh bagi perusahaan untuk melangkah lebih optimistis menyongsong tahun 2026.
Dengan portofolio usaha yang lebih terdiversifikasi, WKI diyakini mampu menjaga kinerja positif di berbagai segmen. Fokus pada ekspansi pasar eksternal diharapkan memperkuat posisi perusahaan menghadapi peluang bisnis baru pada 2026.
Keberhasilan WKI dalam mempertahankan NKB sesuai target memperlihatkan kemampuan manajemen dalam merespons tantangan industri. Hal ini mencerminkan ketahanan perusahaan di tengah perubahan ekonomi dan kebutuhan infrastruktur yang terus berkembang.
Penguatan segmen konstruksi dan penetrasi ke sektor pertambangan juga mencerminkan strategi adaptif WKI. Dengan pendekatan ini, perusahaan mampu memanfaatkan peluang bisnis yang lebih luas tanpa mengurangi fokus pada proyek inti.
Selain menjaga pertumbuhan finansial, WKI juga menekankan pentingnya kualitas dan keberlanjutan proyek. Penerapan standar tinggi pada setiap pekerjaan menjamin hasil konstruksi yang aman, efisien, dan sesuai target.
Ke depan, WKI akan terus menekankan integrasi strategi pemasaran, ekspansi usaha, dan inovasi proyek. Strategi ini diyakini mampu mendukung pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar nasional.
Bambang menekankan bahwa diversifikasi usaha adalah kunci untuk menjawab tantangan industri infrastruktur yang semakin kompleks. Upaya memperluas sinergi dengan mitra strategis diharapkan mendorong stabilitas bisnis dan kinerja positif secara berkelanjutan.
Dengan pencapaian NKB yang solid dan portofolio yang terdiversifikasi, WKI siap menghadapi 2026 dengan optimisme tinggi. Strategi bisnis yang matang ini menjadi fondasi bagi perusahaan untuk tumbuh lebih kuat dan meraih peluang proyek baru di masa mendatang.
Langkah WKI dalam mempertahankan pertumbuhan kinerja dan diversifikasi portofolio juga memberikan efek positif pada reputasi perusahaan. Hal ini diharapkan menarik lebih banyak mitra strategis dan klien potensial dalam proyek-proyek besar.
Selain itu, pendekatan strategis WKI menekankan efisiensi dan produktivitas. Kombinasi antara proyek konstruksi inti dan pengembangan segmen baru diharapkan menambah ketahanan finansial perusahaan.
Pencapaian NKB 100,07 persen pada 2025 menjadi bukti bahwa WKI mampu menyeimbangkan target ambisius dengan pelaksanaan yang realistis. Perusahaan berhasil menjaga kualitas proyek sekaligus memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kinerja positif WKI pada 2025 dan strategi diversifikasi usaha menjadi modal kuat menghadapi dinamika pasar 2026. Dengan fokus pada ekspansi dan sinergi, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur nasional.
Dengan fondasi kinerja yang kuat, WKI siap melangkah lebih percaya diri. Proyeksi optimisme untuk 2026 menunjukkan bahwa perusahaan akan terus menjadi pemain kunci dalam sektor konstruksi dan infrastruktur di Indonesia.