Rupiah

Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Prioritas Pertumbuhan Ekonomi Jadi Fondasi Stabilitas Rupiah

Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Prioritas Pertumbuhan Ekonomi Jadi Fondasi Stabilitas Rupiah
Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Prioritas Pertumbuhan Ekonomi Jadi Fondasi Stabilitas Rupiah

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan terpaku pada fluktuasi jangka pendek nilai tukar rupiah. Prioritas utama saat ini adalah menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat dan berkelanjutan sebagai fondasi stabilitas nasional.

Stabilitas nilai tukar sepenuhnya menjadi kewenangan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Sementara pemerintah fokus memperkuat struktur ekonomi agar tetap menarik bagi investor di tengah ketidakpastian global.

Penguatan Fundamental Ekonomi Menjadi Kunci Daya Tarik Investor

Purbaya menekankan bahwa penciptaan pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha. “Fokus saya pada growth, memastikan investasi lebih mudah dan ekonomi tumbuh lebih cepat dari tahun ke tahun,” katanya dalam acara Economic Outlook 2026 di Financial Hall, Kamis, 12 Februari 2026.

Kinerja pasar modal akan mencerminkan kondisi fundamental ekonomi. Saat keuntungan perusahaan meningkat seiring membaiknya ekonomi, valuasi saham akan naik dan menarik arus modal masuk yang mendukung penguatan rupiah.

Peran Pemerintah dan Bank Indonesia dalam Stabilitas Nilai Tukar

Intervensi langsung di pasar valuta asing bukan ranah kebijakan fiskal pemerintah. Pemerintah akan konsisten memperkuat sektor riil agar pertumbuhan ekonomi terjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

Sentimen jangka pendek di pasar keuangan memang sulit dikendalikan. Namun yang krusial adalah memastikan mesin pertumbuhan tetap berjalan melalui kemudahan berusaha dan perbaikan iklim investasi.

Pergerakan Kurs Dolar dan Dampaknya pada Rupiah

Pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026, kurs dolar AS menguat sehingga rupiah melemah 25 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp 16.811 per dolar AS. Kondisi ini terjadi meski sebelumnya rupiah relatif stabil terhadap dolar di minggu-minggu sebelumnya.

Analis menilai rupiah masih berpotensi menguat secara terbatas. Data ekonomi AS yang lemah memberi sinyal bagi The Fed untuk mempertimbangkan pelonggaran moneter, sehingga arus modal kembali ke pasar emerging seperti Indonesia.

Data Ekonomi AS yang Menjadi Sorotan Pasar

Penjualan ritel AS pada Desember 2025 stagnan di 0,0 persen, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen month-to-month. Laporan ini memperkuat spekulasi pelonggaran moneter The Fed karena pertumbuhan ekonomi AS menunjukkan tanda perlambatan.

Data ketenagakerjaan AS juga diamati oleh pelaku pasar. Laporan non-farm payrolls Januari 2026 menunjukkan tambahan 130 ribu pekerjaan, lebih tinggi dari proyeksi 70 ribu namun lebih rendah dibanding capaian Desember 2025 sebesar 181 ribu.

Pertumbuhan total lapangan kerja non-pertanian sepanjang 2025 direvisi turun menjadi 181 ribu dari sebelumnya 584 ribu. Revisi ini menambah sentimen perlambatan ekonomi AS yang turut memengaruhi pergerakan kurs dolar terhadap rupiah.

Ekspektasi Rilis Data Inflasi dan Dampaknya pada Rupiah

Pelaku pasar menantikan rilis inflasi AS yang diperkirakan stabil, yakni 0,3 persen secara bulanan dan 2,7 persen secara tahunan. Data ini akan menjadi acuan strategi The Fed dalam menentukan arah suku bunga dan pelonggaran moneter.

Di sisi domestik, investor tetap menyoroti fundamental ekonomi Indonesia dan ruang fiskal pemerintah. Perekonomian banyak ditopang oleh belanja masyarakat, namun tren kenaikan inflasi ke depan berpotensi menggerus daya beli masyarakat.

Langkah Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas dan Kepercayaan Investor

Purbaya menekankan, langkah utama pemerintah adalah memperkuat sektor riil dan memperbaiki iklim investasi. Hal ini diyakini akan menjaga pertumbuhan ekonomi tetap tinggi sekaligus menopang stabilitas rupiah.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi yang konsisten akan lebih efektif dibanding intervensi jangka pendek di pasar valuta asing. Stabilitas jangka panjang tercipta melalui fondasi ekonomi yang sehat dan kepercayaan investor yang meningkat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index