JAKARTA — Menjalankan rutinitas pagi mempunyai peran krusial dalam membentuk suasana hati, energi, hingga kesehatan jangka panjang. Pagi hari menjadi momen ideal untuk memulai hari dengan kondisi tubuh segar serta pikiran yang siap.
Namun, tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sepele yang sering dilakukan banyak orang justru dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan dalam jangka panjang apabila dilakukan secara terus-menerus.
Mulai dari melewatkan sarapan sampai memeriksa ponsel setelah terjaga, kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kondisi tubuh serta energi sepanjang hari. Selain melewatkan sarapan, mengutip dari laman Real Simple, berikut adalah 7 kebiasaan pagi yang bisa mengganggu kesehatan jangka panjang:
Minum Kopi Sebelum Air Putih Setelah tidur semalaman, Anda akan terbangun dalam keadaan dehidrasi. Oleh sebab itu, meminum kopi sebelum air putih dapat memperburuk kondisi kesehatan.
Meminum kopi di pagi hari sebelum air putih akan menambah dehidrasi karena kafein dalam kopi memiliki sifat diuretik, yang berarti kafein menarik cairan keluar dari tubuh dan menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil. Selain itu, kopi juga dapat menekan nafsu makan yang membuat Anda melewatkan sarapan.
Untuk mencegah dehidrasi tersebut, Anda sangat dianjurkan untuk meminum air putih setelah bangun tidur. Dehidrasi dapat membuat tubuh merasa lelah dan kurang bertenaga.
Dengan meminum air putih, tubuh akan terasa lebih segar, sekaligus membantu melancarkan metabolisme serta pencernaan. Setelah bangun tidur, selalu usahakan untuk meminum setidaknya dua gelas air putih sebelum mengonsumsi kopi.
Melewatkan Sarapan Melewatkan sarapan setelah berpuasa semalaman saat tidur dapat membuat Anda merasa lesu, sulit berkonsentrasi, bahkan dapat memengaruhi suasana hati dalam menjalankan aktivitas seharian.
Meski melewatkan sarapan tidak selalu berbahaya, hal itu sering kali menyebabkan kebiasaan ngemil berlebihan dari siang hingga malam hari.
Kebiasaan ini dapat menyebabkan gangguan kadar gula darah dan kenaikan berat badan. Untuk mencegah hal tersebut, Anda dapat mulai sarapan dalam waktu dua jam setelah bangun tidur dengan mengonsumsi lemak sehat, protein, dan karbohidrat kaya serat.
Langsung Memeriksa Ponsel Membuka dan memeriksa ponsel di pagi hari setelah bangun tidur disebut dapat membuat otak bereaksi sebelum sempat tenang. Selain menyebabkan stres dan gangguan, kebiasaan doom scrolling di pagi hari dapat mengondisikan otak Anda untuk mengaitkan keadaan terjaga dengan kecemasan atau stres.
Untuk mencegah ini, Anda dapat memberikan jeda waktu setelah bangun tidur sebelum akhirnya mengecek ponsel. Berikan waktu 5-10 menit untuk meluangkan waktu ke luar rumah guna melakukan beberapa pernapasan atau peregangan untuk menenangkan diri.
Melewatkan Latihan Mindfulness Melewatkan latihan mindfulness di pagi hari seperti waktu untuk meditasi, latihan pernapasan, atau menulis jurnal, berarti melewatkan juga kesempatan berharga untuk menyimak diri sendiri sebelum tuntutan pekerjaan hari itu dimulai.
Tanpa momen kesadaran penuh atau refleksi, stres cenderung akan menumpuk dan akan berdampak pada pencernaan, tidur, nyeri kronis, hingga konsentrasi.
Untuk mencegah hal tersebut, Anda disarankan untuk melakukan refleksi singkat, mengambil pernapasan dalam selama satu menit, dan menulis jurnal dengan menuangkan isi pikiran yang bisa membantu menenangkan sistem saraf.
Tidak Menetapkan Tujuan Tanpa pegangan untuk menjalani hari, Anda akan berisiko terombang-ambing ke berbagai arah dan kurang fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.
Seiring waktu, kebiasaan untuk tidak menetapkan tujuan di pagi hari ini dapat menyebabkan kelelahan dalam pengambilan keputusan, kurangnya kepuasan, dan stres kronis.
Untuk mencegahnya, Anda dapat memulai kebiasaan yang lebih baik dengan meluangkan beberapa menit di pagi hari untuk meninjau kalender hingga menetapkan tujuan yang ingin dikerjakan pada hari itu.
Kebiasaan baru ini membuat otak Anda akan beralih dari mode reaktif ke pola pikir yang lebih terencana sehingga dapat mengurangi rasa kewalahan.
Memulai Hari dengan Terburu-buru Memulai hari dengan terburu-buru sekaligus melewatkan rutinitas pagi dapat menyebabkan tubuh Anda merasa stres.
Jika hal itu terjadi, sistem saraf Anda tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk beralih ke keadaan yang lebih stabil dan tenang. Selain itu, memulai hari dengan terburu-buru juga dapat mengganggu kemampuan pemecahan masalah serta pengambilan keputusan sepanjang hari.
Untuk mencegahnya, Anda dapat menyisipkan waktu istirahat untuk keluar rumah menghirup udara segar, melakukan peregangan ringan, hingga mengatur suasana hati dapat membantu Anda menghadapi hari dengan pikiran yang lebih jernih.
Tidak Mendapatkan Sinar Matahari Pagi Mendapatkan sinar matahari di pagi hari dapat membantu meningkatkan fokus dan mencerahkan suasana hati. Di malam hari, Anda dapat menjaga ruangan dengan kondisi tetap gelap dengan mematikan layar ponsel. Namun, di pagi hari biarkan sinar matahari masuk segera setelah Anda bangun. Jika Anda bekerja shift malam atau bangun sebelum matahari terbit, Anda dapat melakukan terapi cahaya terang biasanya dengan kotak cahaya sebagai suplemen atau alternatif yang bermanfaat bagi sinar matahari alami.