WU Hub Luncurkan Futurepreneur Lab 2026 Guna Akselerasi Startup

WU Hub Luncurkan Futurepreneur Lab 2026 Guna Akselerasi Startup
WU Hub meluncurkan Futurepreneur Lab 2026 [FOTO : NET].

JAKARTA - WU Hub meluncurkan inisiatif Futurepreneur Lab 2026 guna menyokong startup atau perusahaan rintisan bentukan perguruan tinggi agar bisa menembus pasar lewat program akselerasi serta bimbingan bisnis.

"Kita tidak kekurangan inovasi, tidak kekurangan ide kreatif, juga tidak kekurangan intelektual dari universitas," kata Pendiri WU Hub Charles Lee dalam konferensi pers peluncuran Futurepreneur Lab 2026 di Jakarta, Jumat (12/06/2026).

Akan tetapi, proses pengembangan ragam inovasi perguruan tinggi di sektor-sektor seperti teknologi, agraris, energi, hingga ekonomi digital untuk dikonversi menjadi produk serta solusi siap pakai berskala luas selama ini dinilai masih membentur kendala pada fase hilirisasi dan komersialisasi.

"Saat ini yang dicari bukan sekadar presentasi yang menarik, tetapi sesuatu yang nyata, memiliki manfaat, dan benar-benar digunakan masyarakat," kata Charles.

Wakil Presiden Investasi Spil Ventures Sumarny Manurung mengutarakan bahwa ada banyak gagasan inovatif dari ekosistem kampus yang berujung sekadar menjadi dokumen hasil penelitian semata, lantaran tidak mempunyai saluran yang memadai untuk menjangkau target pasar.

Dirinya menjabarkan, pihak investor memerlukan bukti riil bahwa sebuah solusi betul-betul diperlukan publik sekaligus mempunyai prospek untuk dikembangkan menjadi lini bisnis yang berkelanjutan.

Oleh sebab itu, setiap perusahaan rintisan yang berada pada fase tahap awal sangat memerlukan adanya proses validasi pasar.

Melalui tahapan tersebut, para pengembang dapat menjaring masukan langsung dari calon konsumen serta membaca pergerakan permintaan pasar demi mereduksi risiko kegagalan sewaktu produk dirilis ke masyarakat yang lebih luas.

Futurepreneur Lab diatur secara khusus untuk menyiapakan seluruh perusahaan rintisan milik perguruan tinggi sebelum terjun ke pasar.

Program ini menyediakan slot bagi 20 perwakilan perusahaan rintisan dari deretan kampus terpilih untuk mengikuti rangkaian agenda mentoring, inkubasi, validasi pasar, serta Investment Day.

Segenap peserta program bakal melakoni delapan sesi bimbingan yang meliputi ranah pengembangan bisnis, tata kelola manajemen risiko, taktik pendanaan, hingga kesiapan memasuki pasar.

Mereka pun bakal diberi akses menuju platform Catalyst yang memfasilitasi publik untuk menyalurkan respons spontan terhadap komoditas produk yang ditawarkan.

Melalui program tersebut, setiap inovasi yang terlahir dari rahim kampus diharapkan bisa dipacu menjadi produk serta solusi konkret yang mendatangkan profit ekonomi sekaligus kemanfaatan sosial secara berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index