JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kian mengokohkan keselarasan pendidikan vokasi industri dengan kemajuan teknologi demi mencetak sumber daya manusia (SDM) yang sanggup memenuhi keperluan sektor industri domestik.
Strategi tersebut ditempuh lewat pembekalan kompetensi para pengajar vokasi sekaligus penjaringan bakat terbaik Indonesia untuk bersaing dalam kompetisi WorldSkills ASEAN 2027.
Melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan kalau pembentukan SDM industri yang kompeten ialah aspek krusial demi mempertahankan performa sektor manufaktur selaku motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi domestik.
Di triwulan I 2026, sektor pengolahan nonmigas menyumbang angka 19,07 persen bagi Produk Domestik Bruto (PDB) tanah air serta menampung tenaga kerja hingga 20,26 juta jiwa. Baca juga: Menaker: Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 2 perluas akses kompetensi
“Pengakuan global terhadap kualitas lulusan vokasi Indonesia menjadi modal penting dalam memperkuat posisi ekonomi nasional di mata dunia. Langkah penyiapan talenta melalui ekosistem pelatihan teknologi tinggi merupakan bagian nyata dari upaya pemerintah dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus mengakselerasi transformasi Making Indonesia 4.0,” kata Menperin.
Guna mengimplementasikan visi itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin merajut kemitraan strategis bersama PT Festo lewat agenda Workshop Industry 4.0 Skills-1 yang diselenggarakan secara virtual pada 20–21 Mei 2026.
Agenda ini dihadirkan sebagai instrumen penguatan kapabilitas bagi guru serta dosen di bawah naungan ekosistem vokasi industri Kemenperin.
Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi, memaparkan jika akselerasi teknologi digital, otomasi, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), hingga sistem manufaktur pintar telah menggeser peta industri dunia.
Atas dasar itu, institusi pendidikan vokasi didesak untuk gesit beradaptasi supaya dapat mencetak lulusan yang relevan dengan bursa kerja industri.
“BPSDMI Kemenperin terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi industri melalui penguatan kompetensi guru dan dosen, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta perluasan kolaborasi strategis dengan dunia usaha dan dunia industri global,” ujar Doddy.
Ia menilai, lokakarya ini bukan sekadar ditujukan untuk mempertajam pemahaman para peserta seputar teknologi manufaktur mutakhir, melainkan menjadi medium seleksi talenta potensial yang bakal digembleng demi membawa nama Indonesia dalam ajang WorldSkills ASEAN 2027 pada bidang industri 4.0.
Di sisi lain, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) BPSDMI Kemenperin Wulan Aprilianti Permatasari menaruh harapan agar tenaga pendidik yang berpartisipasi mampu memperdalam wawasan seputar penerapan teknologi industri 4.0, terutama dalam aspek otomasi industri, digitalisasi lini manufaktur, hingga teknik pengajaran yang berkiblat pada standar industri modern.