Gitar Buatan Wartono Asal Indramayu Dipakai Musisi Ternama

Gitar Buatan Wartono Asal Indramayu Dipakai Musisi Ternama
Kisah Perajin Gitar Indramayu, Karyanya Tembus Mancanegara [FOTO : NET].

JAKARTA - Suara gesekan amplas dan denting senar gitar terdengar nyaris setiap hari dari sebuah sudut di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Di ruangan yang jauh dari kesan modern itu, tidak tampak mesin-mesin canggih. Hanya ada peralatan manual yang tertata sederhana. 

Namun, dari bengkel sederhana inilah lahir gitar-gitar berkualitas yang telah melanglang buana bahkan hingga ke mancanegara. Sosok dibalik terciptanya gitar-gitar tersebut adalah Wartono (51).

Diakui Wartono, bahwa keahliannya membuat gitar sebenarnya tidak didapat dari bangku sekolah resmi, melainkan dipelajari secara otodidak. 

Meski begitu Wartono berhasil membuktikan bahwa sebuah mahakarya yang berkualitas juga bisa lahir dari tekad dan ketekunan yang kuat. “Kuncinya ketekunan dan mau belajar,” kata Wartono di kediamannya, Minggu (14/6/2026).

Perjalanan Wartono sebagai perajin dimulai dari panggung ke panggung. Sebelum menjadi perajin, ia adalah seorang soundman grup musik lokal.

 Dari aktivitasnya itu, Wartono kerap melihat para musisi kebingungan saat instrumen mereka mengalami kerusakan. Didorong rasa penasaran, Wartono pun memberanikan diri untuk memperbaiki gitar-gitar rusak tersebut secara mandiri.

Dari satu gitar yang diperbaiki, kabar tentang kemampuan Wartono menyebar dari mulut ke mulut. “Dari situ saya suka direkomendasikan musisi ke musisi lainnya," ujar dia.

Melihat antusiasme dan kebutuhan yang tinggi, Wartono kemudian menangkap peluang bisnis baru. Ia memberanikan diri melangkah lebih jauh, membuat gitar sendiri dari nol. Pada masa-masa awal, Wartono memanfaatkan bahan-bahan seadanya, mulai dari kayu bekas hingga material limbah.

 Dari proses ini lah kreativitas Wartono benar-benar diuji hingga akhirnya setiap gitar buatannya memiliki karakter yang kuat.

Kini, Wartono mampu memproduksi berbagai jenis instrumen, mulai dari gitar akustik hingga elektrik. Bagi dia, ada dua prinsip yang tidak boleh ditawar dalam proses produksi, yaitu kualitas dan kekuatan. 

Hal inilah yang membuat para pencinta musik melirik karyanya. Tak hanya itu, Wartono juga mampu mewujudkan gitar sesuai imajinasi pelanggan.

Diceritakan Wartono, tidak sedikit pembeli yang datang membawa desain sendiri yang tidak tersedia di pasaran. Ada yang menginginkan perpaduan beberapa model gitar menjadi satu. Ada pula yang meminta detail-detail khusus yang membuat instrumen tersebut tampil berbeda.

Jika gitar biasa dapat dibeli di toko musik, maka gitar buatan Wartono menawarkan sesuatu yang lebih personal, yakni identitas pemiliknya. Keahlian itulah yang membuat para pelanggan rela mengeluarkan biaya mulai dari Rp 4.000.000 untuk sebuah gitar custom.

"Meski sulit, tapi alhamdulillah bisa sesuai dengan pesanan. Kalau saya prinsipnya, bagaimana caranya agar gitar yang dibuat itu harus berkualitas, rapi, dan juga kuat," tutur Wartono.

Kini, pasar gitar buatan Wartono telah merambah ke luar kota, bahkan luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan, Sumatra, Bali, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan dulu sebelum pandemi Covid-19, kata Wartono, gitar buatannya itu juga pernah diekspor ke Malaysia, Taiwan, hingga Polandia.

Menariknya, gitar buatan Wartono ini rupanya juga telah diakui oleh musisi papan atas nasional. Seperti grup musik The Changcuters hingga grup musik dangdut legendaris Soneta Grup, tercatat pernah memakai alat musik buatannya tersebut. “Alhamdulillah berarti gitar buatan saya diakui,” ujarnya.

Wartono adalah bukti nyata bahwa kesuksesan akan menemukan jalannya sendiri jika sebuah keterampilan diasah dengan hati. Wartono tidak pernah bercita-cita menjadi terkenal. Ia hanya ingin membuat gitar yang baik. Tetapi justru karena ketekunan itulah, karya-karyanya kini dikenal luas bahkan hingga lintas negara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index