JAKARTA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkokoh langkah pengembangan sektor energi hijau lewat jalinan kerja sama strategis, yang mana salah satunya dilaksanakan bersama pihak konsorsium Korea.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani lewat keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, mengutarakan jika langkah inisiatif itu berjalan selaras dengan komitmen yang dipegang perusahaan di dalam menerapkan prinsip keberlanjutan berbarengan dengan mendongkrak aspek nilai tambah sektor perkebunan nasional.
Hubungan kolaborasi tersebut dipusatkan bagi aktivitas pemanfaatan biomassa kelapa sawit, pengerjaan energi terbarukan, serta program hilirisasi komoditas perkebunan yang bernilai tambah.
Rencana kerja sama itu, bersandarkan pada penjelasannya, diperbincangkan di dalam agenda business meeting yang diselenggarakan di Jakarta serta diikuti oleh jajaran manajemen dari kedua belah pihak.
Meninjau dari pihak mitra, turut hadir President Director PT Astrum Dunia Inovasi Park Geoungduk, President Director Hwasung Tech-Win Co., Ltd. Lim Daetaeg, serta President Director PT Siborong Nusa Gemilang Tommy Julius R. L.
Di dalam forum pertemuan itu, kedua belah pihak mengulas rencana kerja sama seputar pemanfaatan biomassa kelapa sawit, terkhusus komoditas tandan kosong sawit atau Empty Fruit Bunch (EFB), guna dikonversi menjadi rupa-rupa produk bernilai tambah semacam biochar, biopellet, pupuk dengan basis karbon, hingga biodiesel.
"Pengembangan energi hijau dan pemanfaatan biomassa merupakan bagian dari upaya Agrinas Palma untuk menciptakan bisnis yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya.
Merujuk pada pemaparan Ghani, pihak Agrinas Palma membuka lebar pintu peluang kolaborasi yang kian luas bersama deretan mitra internasional, bermula dari tata kelola perkebunan hingga pengerjaan produk hilir yang berorientasi pada pasar ekspor.
Implementasi teknologi serta aspek pengalaman yang dipunyai oleh mitra Korea diproyeksikan sanggup memperkuat proses transformasi perusahaan menuju arah agroindustri modern yang mengantongi daya saing global.
Di sisi lain, pihak konsorsium Korea memaparkan rupa sistem teknologi pengolahan biomassa yang dapat dipadukan bersama sarana fasilitas pengolahan kelapa sawit kepunyaan Agrinas Palma.
Selain sanggup menelurkan produk energi terbarukan serta material yang ramah bagi lingkungan, langkah pengembangan tersebut pun mengantongi potensi guna menopang skema perdagangan karbon sekaligus program reduksi emisi.
Sebagai langkah tindak lanjut ke depan, kedua belah pihak bakal melangsungkan agenda pertukaran rincian informasi teknis, pengerjaan draf proposal kerja sama, serta pelaksanaan studi kelayakan demi memetakan model bisnis yang dinilai paling optimal sekaligus menyodorkan kemaslahatan bagi kedua belah pihak.
Proses penjajakan kemitraan ini menjelma sebagai pijakan awal bagi Agrinas Palma Nusantara di dalam memperkokoh hubungan kemitraan internasional sekaligus menopang agenda hilirisasi perkebunan, transisi energi, serta akselerasi pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan.