Pemkot Bandung Kaji Rencana Gratiskan Biaya Masuk Taman Tegallega

Pemkot Bandung Kaji Rencana Gratiskan Biaya Masuk Taman Tegallega
Wali Kota Bandung Ingin Hapus Retribusi Masuk Taman Tegallega [FOTO : NET].

JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, tengah mengkaji penghapusan tarif masuk Taman Tegallega guna memperbaiki kualitas ruang publik agar lebih nyaman, aman, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa retribusi masuk kawasan Taman Tegallega yang saat ini ditetapkan sebesar Rp2.000 masih memiliki dasar hukum berupa peraturan wali kota (Perwal).

"Sekarang saya sedang mengkaji, bagaimana caranya supaya bisa gratis. Saya sedang mempelajari dulu aturan itu untuk kemudian bisa dicabut," kata Farhan di Bandung, Jumat.

Menurutnya, keinginan untuk menggratiskan akses masuk tidak berarti Pemkot Bandung mengabaikan pengelolaan kawasan tersebut.

Sebaliknya, ia menjelaskan bahwa Pemkot Bandung ingin memastikan seluruh warga memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan ruang publik untuk berbagai kegiatan, mulai dari rekreasi dan olahraga hingga interaksi sosial.

Farhan menjelaskan bahwa saat ini Taman Tegallega memiliki fungsi yang beragam sehingga memerlukan penataan yang lebih komprehensif. 

Kawasan tersebut, tuturnya, tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, melainkan juga lokasi beragam aktivitas warga.

"Tegallega sekarang fungsinya campur. Ada ruang terbuka hijau, ada sarana olahraga, ada tempat usaha masyarakat, bahkan ada fasilitas pengolahan sampah. Karena itu kami sedang melakukan penataan ulang supaya semuanya tertata dengan baik," kata Farhan.

Ia menilai konsep penataan ruang publik di masa depan harus mampu mengakomodasi berbagai kepentingan masyarakat tanpa harus mengurangi kualitas lingkungan atau kenyamanan pengunjung.

“Oleh sebab itu Pemkot Bandung ingin memastikan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Farhan berharap proses evaluasi terhadap Perwal mengenai retribusi Tegallega bisa segera tuntas, agar keputusan terbaik dapat diambil tanpa mengganggu pengelolaan kawasan.

"Kami ingin ruang publik di Kota Bandung benar-benar menjadi milik masyarakat. Nyaman digunakan, aman, tertata, dan kalau memungkinkan bisa diakses tanpa membebani masyarakat dengan biaya masuk," ujar Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index