JAKARTA - PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) menerapkan strategi optimalisasi segmen pasien BPJS pada tahun ini untuk mendorong kinerja.
Direktur Utama Charlie Hospital Semarang, Junianto mengatakan, segmen BPJS memiliki volume pasien besar yang menuntut pengelolaan efektif. Sistem pembayaran layanan kesehatan yang digunakan BPJS, yakni Indonesia Case Based Groups (INA-CBGs), juga disebut memberikan margin terbatas yang memerlukan manajemen risiko strategis.
"Diperlukan strategi terstruktur untuk menjaga kualitas, keberlanjutan, dan kontribusi finansial pelayanan BPJS," kata Junianto dalam paparan publik yang dipantau secara virtual, Senin (15/6/2026).
Dengan begitu, perusahaan kata dia akan mengoptimalkan jumlah pasien BPJS secara terkontrol melalui sistem rujukan dan pelayanan yang berkualitas.
"Kami juga akan menerapkan pengendalian biaya per kasus. Mengatur biaya agar seimbang dengan tarif INA-CBGs melalui efisiensi obat, alat medis, dan praktik klinis standar," imbuhnya.
Perusahaan juga terus menjaga profitabilitas dengan memastikan setiap kasus BPJS memberikan kontribusi terhadap arus kas rumah sakit. Lebih lanjut, RSCH juga menjamin pelayanan BPJS diterapkan sesuai standar mutu dan keselamatan.
Meskipun begitu, RSCH turut mengantisipasi risiko adanya perubahan tarif INA-CBGs atau kebijakan BPJS Kesehatan yang dinilai kurang menguntungkan bagi perusahaan.
Menyadari hal ini, walau saat ini 83% pasien yang dilayani perusahaan merupakan pasien BPJS, perusahaan tak lupa terus mendorong peningkatan kontribusi non-BPJS.
Junianto bilang, hal ini dilakukan dengan pengembangan layanan unggulan, peningkatan jumlah pasien umum, kerja sama dengan perusahaan dan asuransi swasta, serta diversifikasi layanan kesehatan lainnya.
Adapun saat ini perusahaan juga menjalin kerja sama dengan salah satu bank nasional untuk menyokong fasilitas pendukung apabila terjadi keterlambatan pembayaran klaim BPJS.
"Sejauh ini, manajemen mampu mengelola arus kas dengan baik sehingga keterlambatan pembayaran klaim BPJS tidak memberikan dampak material terhadap operasional," ujar dia.
Saat ini, RSCH mengoperasikan dua rumah sakit, yakni Charlie Hospital Kendal dengan 100 kasur dan Charlie Hospital Demak dengan 105 kasur.
Junianto menambahkan, tahun ini perusahaan membidik pendapatan Rp 93,4 miliar, sementara EBITDA diperkirakan meningkat 10%.
Untuk mencapai target tersebut, perusahaan mengalokasikan belanja modal Rp 7,6 miliar dengan proyeksi biaya operasional Rp 71,3 miliar.