Shin Tae-yong Bicara Soal Tekanan Melatih Persija dan Cara Atasi Stres

Shin Tae-yong Bicara Soal Tekanan Melatih Persija dan Cara Atasi Stres
Hadapi Tekanan di Persija, Shin Tae-yong Punya Metode Khusus Atasi Stres [FOTO : NET].

JAKARTA - Shin Tae-yong menyadari bahwa keputusan menerima tawaran menjadi pelatih Persija Jakarta akan membawanya ke situasi dengan tekanan tinggi. Namun, pelatih asal Korea Selatan tersebut memandang kondisi itu sebagai bagian tak terpisahkan dari sepak bola profesional. Shin Tae-yong akan memimpin Persija di Liga Indonesia atau Super League 2026-2027.

Menurut STY, posisi pelatih di klub besar selalu dibarengi dengan ekspektasi tinggi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, ia memilih menghadapi tekanan tersebut dengan persiapan yang matang sebelum pertandingan digelar.

“Posisi ini bukanlah tempat yang tanpa tekanan, melainkan tempat yang menerima tekanan kuat. Dengan memikirkan hal itu dan melakukan persiapan jauh-jauh hari, kami bisa menghindari banyak tekanan,” ujar Shin Tae-yong, Jumat (19/6/2026).

Baginya, tekanan memang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Namun, beban tersebut dapat berkurang jika tim dan staf pelatih sudah menyiapkan segala sesuatunya secara maksimal sebelum hari pertandingan.

Punya Cara Sendiri Mengelola Stres 

Shin mengungkapkan bahwa ia memiliki pola kerja khusus setiap kali mendekati hari pertandingan. Ia terbiasa mencurahkan perhatian penuh pada persiapan teknis hingga dua hari sebelum laga dimulai. 

Setelah seluruh persiapan rampung, Shin berusaha mengurangi beban pikiran agar bisa menjalani pertandingan dengan lebih tenang.

“Jadi, jika ada pertandingan, saya melakukan persiapan yang luar biasa sampai dua hari sebelum pertandingan." "Mulai satu hari sebelum pertandingan, saya mencoba melupakan beban itu dan bersiap agar bisa menghadapi pertandingan dengan nyaman. Itulah cara saya sendiri untuk melepas stres,” ucap mantan pelatih Timnas Indonesia itu.

Metode tersebut telah lama ia terapkan sepanjang kariernya sebagai pelatih. Dengan cara ini, ia merasa dapat menjaga fokus sekaligus meredam tekanan menjelang pertandingan.

Kritik Suporter Jadi Bahan Evaluasi 

Selain tekanan hasil laga, Shin juga menyoroti hubungan antara pelatih dan suporter. Menurutnya, seorang pelatih harus siap menerima berbagai reaksi dari pendukung tim. Ia memahami bahwa pujian dan kritik merupakan bagian dari sepak bola. 

Jika tim menang, dukungan akan mengalir, namun kekalahan kerap memicu kritik dari suporter. Kendati begitu, Shin menyikapinya dengan tenang dan menganggap kritik sebagai sarana evaluasi diri.

“Pertama-tama kita tidak bisa selalu mendengar hal yang baik saja. Fans mungkin memuji saya, tapi kalau kami kalah, mereka bisa saja memaki. "Tapi saya punya mental untuk menerima hal itu dengan tenang." "Jika saya berpikir ‘Ah, para fans bicara begitu karena ada masalah pada diri saya’, maka daripada merasa stres, saya mengubah pikiran saya menjadi ajang evaluasi diri. Ternyata itu lebih baik,” tutur Shin Tae-yong.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index