Wajib Bawa! Ini Daftar Perlengkapan Penting Sebelum Road Trip

Wajib Bawa! Ini Daftar Perlengkapan Penting Sebelum Road Trip
Persiapan Road Trip: Jangan Lupa Bawa Peralatan Darurat Ini [FOTO: NET].

JAKARTA - Persiapan perjalanan jauh atau road trip tidak cukup hanya dengan memeriksa kondisi mesin, rem, atau tekanan ban. Pengemudi wajib membawa berbagai perlengkapan pendukung untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga selama di perjalanan. 

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menekankan pentingnya bagi pengemudi serta penumpang untuk mempertimbangkan segala kemungkinan risiko yang mungkin terjadi.

"Seberapa jauh perjalanan itu, si pengemudi atau penumpang harus memperhitungkan hal-hal yang kira-kira terjadi yang tidak diperhitungkan di perjalanan," kata Sony, saat dihubungi Kompas.com, Senin (22/6/2026).

Sony menjelaskan bahwa kotak P3K dan obat-obatan pribadi adalah perlengkapan pertama yang harus tersedia untuk menangani kondisi darurat medis ringan. 

Selain itu, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga sangat disarankan sebagai perlengkapan standar untuk mencegah risiko kebakaran mobil, meskipun tidak semua kendaraan dibekali APAR dari pabrik.

Mengingat banyak mobil modern tidak menyediakan ban serep ukuran penuh, pengemudi perlu menyiapkan solusi ban bocor. 

"Mobil-mobil sekarang banyak sekali yang tidak dilengkapi dengan ban serep. Artinya kami harus memiliki tambal ban sendiri, kemudian portable compressor dan sebagainya," ujarnya.

Sebaliknya, Sony tidak menyarankan pengemudi membawa stok cairan mudah terbakar seperti oli atau minyak rem di bagasi karena berisiko memicu kebakaran jika penyimpanannya tidak tepat.

 Ia juga mengingatkan agar pengemudi memahami batasan teknis mereka. "Jadi sebaiknya dipisahkan, mana tugasnya montir, mana tugasnya pengemudi," kata Sony.

Terkait keselamatan, Sony menegaskan larangan memperbaiki kendaraan di bahu jalan tol. "Yang kedua adalah, saya tidak menyarankan pengemudi memperbaiki kendaraannya di bahu jalan," ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa aktivitas di bahu jalan sangat berbahaya karena pengemudi sering tidak menyadari kendaraan yang melintas dari arah belakang saat kap mesin terbuka. Jika terjadi kerusakan, perbaikan sebaiknya dilakukan di rest area atau lokasi yang lebih aman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index