JAKARTA - Dua buah karya video dari Indonesia sukses menyabet penghargaan pada ajang Kontes Video Pendek Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN-China ke-5 yang berlangsung di Nanning, China. Video bertajuk "Kota Kebahagiaan" sukses mengamankan Excellence Awards, sementara karya berjudul "Boundless Love" berhasil memboyong Special Awards Micro Drama.
"Kota Kebahagiaan" merupakan sinema garapan Rian Fahardhi Risyad, sedangkan "Boundless Love" digarap oleh rumah produksi Nanyang Breeds Media.
Raihan prestasi tersebut diumumkan pada pergelaran yang dilangsungkan di Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Kamis (26/06/2026).
Wakil Duta Besar RI untuk China Irene mengutarakan bahwa Indonesia memosisikan pertukaran antarmasyarakat sebagai pilar fundamental dalam jalinan kemitraan ASEAN-China.
Menurut pandangannya, sinergi antarkomunitas beserta pegiat budaya bakal memperkokoh relasi kedua belah pihak.
Ajang yang mengusung tema "Bergandengan Tangan, Dari Hati ke Hati, Bersama untuk Modernisasi" tersebut resmi bergulir sejak Desember 2025 serta berhasil menjaring sebanyak 8.774 karya dari segenap negara ASEAN dan China.
Rian menjabarkan bahwa gagasan "Kota Kebahagiaan" didapatkan usai dirinya menyambangi kawasan hutong di Beijing. Pemukiman tradisional itu memantik imajinasinya mengenai potret sebuah kota yang para penduduknya saling mengenali, menyokong, sekaligus memproteksi satu sama lain.
Melalui tayangan videonya, Rian memvisualisasikan sebuah kawasan urban yang menyokong para pendatang dalam memperoleh mata pencaharian sekaligus menyajikan fasilitas umum yang representatif.
Menurut pemikirannya, pembangunan wilayah perkotaan mestinya berkiblat pada penguatan aspek kebahagiaan para penghuninya.
Rian, yang turut mengukir prestasi pada ajang serupa tahun lampau untuk kategori yang berbeda, menyebutkan jika alur kreativitasnya digali dari keresahan atas pelbagai dinamika problem kehidupan.
Bagi Rian, perasaan cemas bukanlah sebuah lawan, melainkan sebuah penanda agar individu menaruh atensi pada problematika tertentu.
Konsep berpikir tersebut dijadikan sebagai fondasi primer saat dirinya menyusun rancangan cerita videonya.
Ia lantas mengimplementasikan gagasan tadi lewat visualisasi kota yang tak cuma menyelesaikan kendala kemacetan, namun juga menolong mereduksi tensi kecemasan warga melalui penataan ruang yang lebih humanis.
"Bagaimana jika ruang publik membantu orang menemukan pekerjaan, sekaligus memberikan kesehatan batin, tujuan hidup, dan harapan? Jangan sia-siakan kecemasan Anda, dengarkan, lalu ubahlah menjadi sesuatu," kata Rian.
CEO Nanyang Breeds Media Gandhi Priambodo memaparkan bahwa "Boundless Love" memotret kisah asmara sepasang kekasih asal Indonesia dan China, yang mesti melewati benturan rupa-rupa sekat kebudayaan sebelum pada akhirnya bisa saling menyelami perasaan masing-masing.
Salah satu pemenang kompetisi "The 5th ASEAN-China Friendship and Cooperation Short Video Contest" asal Indonesia, Gandhi Priambodo (paling kiri), saat menerima penghargaan di Nanning, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Kamis (25/6/2026).
"Shootingnya di Palembang dan ceritanya tentang pekerja asing China yang bekerja di pembangkit listrik di Sumatera Selatan jatuh cinta dengan seorang suster yang bekerja di satu klinik di Sumatera Selatan. Tadinya mereka tidak boleh menikah karena berbeda budaya dan tidak direstui keluarga," cerita Gandhi.
Narasi berlanjut mengenai bagaimana jalinan asmara mereka berdua dapat terus bertahan usai masing-masing dari mereka memahami bahwa keberagaman budaya tersebut sejatinya menjadi sebuah pelengkap warna.
"Kami lihat ada pengumuman kegiatan festival film pendek dari China Publisher dan alhamdulillah mendapat penghargaan terima kasih," ungkap Gandhi.
Pada kompetisi kali ini, terjaring sebanyak 39 karya dari China beserta negara-negara di kawasan ASEAN yang berhak atas apresiasi penghargaan. Segenap pemenang tersebut datang dari negara China, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, serta Thailand.
Para peraih penghargaan emas berhak atas hadiah senilai 1.000 dolar AS, pemenang perak masing-masing memperoleh 800 dolar AS, peraih perunggu masing-masing mengantongi 500 dolar AS, pemenang kategori khusus drama mikro masing-masing mendulang 400 dolar AS, serta tersedia pula penghargaan unggulan.