JAKARTA — Ginjal memegang peranan krusial dalam menyaring racun, kelebihan garam dan mineral, serta sisa-sisa metabolisme sekaligus mempertahankan keseimbangan cairan, elektrolit, dan zat kimia di dalam tubuh.
Mengingat fungsinya yang sangat vital, menjaga kondisi ginjal agar tetap beroperasi dengan optimal menjadi hal yang sangat penting.
Merujuk pada informasi yang disiarkan Hindustan Times pada Kamis (25/6), seorang ahli patologi Dr. Shelly Mahajan memaparkan sejumlah kebiasaan yang dapat diterapkan untuk meminimalkan risiko kerusakan ginjal.
"Salah satu metode paling mudah untuk memastikan ginjal tetap sehat adalah dengan mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup," katanya.
"Hidrasi yang cukup memungkinkan ginjal untuk menyaring racun secara efektif, sehingga menurunkan kemungkinan pembentukan batu ginjal," ia menambahkan.
Dr. Shelly Mahajan memaparkan bahwa individu yang banyak beraktivitas di luar ruangan, kerap melakukan perjalanan jauh, atau melakoni pekerjaan fisik yang berat perlu lebih mencermati kecukupan asupan cairan mereka.
Kendati demikian, Dr. Shelly Mahajan mewanti-wanti bahwa mengonsumsi minuman tinggi gula, seperti minuman ringan atau produk minuman berenergi kemasan, berpotensi memicu gangguan kesehatan lain seperti obesitas dan diabetes.
Dr. Shelly Mahajan menyebutkan bahwa diabetes beserta hipertensi menjadi faktor pemicu utama penyakit ginjal. Oleh sebab itu, pencegahan serta pengendalian atas kedua kondisi tersebut sangat krusial demi menekan risiko kerusakan ginjal.
Berdasarkan penuturannya, aktif bergerak secara rutin, mengonsumsi asupan bergizi seimbang, membatasi makanan olahan, mengontrol konsumsi garam, serta mempertahankan berat badan ideal dapat membantu merawat kesehatan ginjal sekaligus kebugaran tubuh secara menyeluruh.
Dr. Shelly Mahajan pun menekankan pentingnya membatasi konsumsi obat-obatan yang tidak diperlukan demi melindungi fungsi ginjal.
Menurut Dr. Shelly Mahajan, penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan dan terlalu sering berisiko mengganggu performa ginjal.
"Obat-obatan tersebut dapat sangat membantu jika digunakan dengan benar, tetapi jika seseorang menggunakannya terlalu sering atau terlalu lama, hal itu dapat mulai mengganggu fungsi ginjal, terutama pada orang dewasa yang lebih tua atau pada orang yang sudah memiliki kondisi kesehatan tertentu," ia menjelaskan.
Dr. Shelly Mahajan menyatakan bahwa konsumsi produk herbal, suplemen makanan, hingga metode pengobatan alternatif juga harus dilakukan secara saksama agar tidak memperberat beban kerja ginjal.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi produk herbal maupun suplemen dalam jangka waktu panjang.
Di samping itu, Dr. Shelly Mahajan menggarisbawahi pentingnya melakukan rontgen atau skrining berkala guna mendeteksi gangguan ginjal sejak dini.
"Tes urine dan darah rutin dapat mendeteksi tanda-tanda awal cedera ginjal sebelum gejala apapun muncul," katanya.
"Tes pencitraan seperti USG, CT scan, atau MRI juga dapat membantu mengungkap masalah struktural yang tidak biasa jika diperlukan," ia menambahkan.