JAKARTA - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mengonsep fitur investasi emas pada aplikasi Movin yang ditargetkan rilis pada kuartal IV 2026. Lewat jalinan kerja sama dengan PT Pegadaian, nasabah ke depannya dapat mengawali investasi emas mulai dari Rp 100.000.
Nasabah pun bisa memantau fluktuasi harga serta nilai kepemilikan emas secara real time langsung lewat aplikasi.
Head of Strategic & Performance Management Department Bank Mantap Agus Syaiful Anwar menyampaikan, perseroan tengah mematangkan kolaborasi bersama Pegadaian guna menyajikan fasilitas investasi emas bagi nasabah pensiunan aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri lewat aplikasi Movin.
Saat ini, kedua korporasi masih menuntaskan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Rencana produk ini pun sudah didaftarkan ke dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) yang diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Jadi untuk Pegadaian itu kami sekarang ngerapihin MoU-nya gitu ya. Kemudian secara produk ini juga kami sudah masukin ke dokumen regulator, jadi ke OJK, di RBB kemarin sudah masuk gitu ya,” ujar Agus saat media gathering di Denpasar, Sabtu (4/7/2026).
Pada langkah awal, Bank Mantap belum akan menyediakan fasilitas kredit cicilan emas. Perseroan terlebih dahulu bertindak selaku referral yang menghubungkan nasabah ke dalam ekosistem investasi emas milik Pegadaian melalui aplikasi Movin.
“Nah, memang untuk main di ekosistem emas ini kami enggak bisa langsung ke produk cicil emas yang sifatnya pemberian pinjaman, tapi kami masih ke referral dulu untuk yang pertama. Jadi nanti akan muncul di Movin kami gitu ya, nasabah kami nanti bisa langsung connect ke Pegadaian sebagai ekosistem investasi emas dalam bentuk tabungan gitu ya,” paparnya.
Lewat fasilitas tersebut, nasabah dapat mengawali investasi emas berwujud tabungan dengan nominal mulai dari Rp 100.000.
Agus memandang metode ini lebih pas untuk kalangan pensiunan yang belum tentu memegang dana besar guna membeli emas secara kontan sekaligus.
Nasabah juga dapat melihat fluktuasi harga emas tiap harinya lewat aplikasi sehingga nilai investasinya bisa diamati secara real time.
“Jadi gram-nya itu kami bisa tentukan. Artinya gini, nasabah punya uang Rp 100.000 itu dia bisa langsung convert ke emas. Nanti gramasinya mungkin nggak langsung 1 gram tapi 0,0 sekian gram. Dan mereka bisa cek day by day pergerakan harga emas dan penurunan atau peningkatan harga emasnya,” pungkas dia.
Agus membidik fasilitas referral investasi emas tersebut dapat rilis pada kuartal IV 2026. Saat ini, Bank Mantap masih menggarap pengembangan sistem serta penyatuan host to host dengan pihak Pegadaian supaya layanan berjalan dengan optimal.
Usai langkah pertama bergulir, perseroan mengagendakan peluncuran produk cicilan emas pada tahun 2027. Lewat skema itu, nasabah mendapati fasilitas pembiayaan guna memiliki emas secara berkala. Angsuran yang disetorkan kelak dikonversikan menjadi kepemilikan emas fisik.
Agus menilai prospek investasi emas masih sangat memikat lantaran tren lonjakan harganya dalam kurun beberapa tahun belakangan terhitung relatif tinggi. Di samping mendapati fasilitas pembiayaan, nasabah juga berpeluang memetik keuntungan dari kenaikan nilai emas.
Bank Mantap pun menargetkan diri untuk bertransformasi menjadi Bullion Bank pada tahun 2028. Target tersebut telah dimasukkan ke dalam roadmap bisnis perseroan. Demi mendapatkan izin sebagai Bullion Bank, salah satu kriteria yang wajib dipenuhi yaitu memiliki modal inti minimal sebesar Rp 14 triliun.
“Nah tahun depan kami baru mulai cicil emas gitu ya. Tahun depannya lagi tahun 2028 Bank Mantap harusnya sudah bisa jadi Bullion Bank. Karena Bullion Bank itu kan syarat minimum modalnya adalah Rp 14 triliun. Jadi sebenarnya roadmap kami sudah masuk di tahun 2028 Bank Mantap harusnya sudah bisa punya emas sendiri, sudah punya saving emasnya sendiri gitu,” lanjutnya.