JAKARTA - Pemerintah Provinsi Riau menetapkan harga terbaru Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma hingga 10 Februari 2026. Kenaikan ini menjadi kabar baik bagi para petani yang menggantungkan pendapatan dari komoditas sawit.
Penetapan harga dilakukan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau melalui rapat tim penetapan harga. Kenaikan ini dipicu oleh penguatan harga Crude Palm Oil (CPO) dan inti sawit (Kernel) di pasar global.
Pengaruh Harga CPO dan Kernel terhadap Harga TBS
Nilai jual CPO saat ini tercatat sebesar Rp15.149,84 per kilogram, sedangkan harga Kernel berada di angka Rp12.531,74 per kilogram. Peningkatan harga ini memberikan dampak langsung pada pendapatan petani plasma di wilayah Riau.
Kenaikan harga komoditas sawit global mendorong perusahaan pabrik untuk menyesuaikan harga TBS. Hal ini sekaligus menjadi acuan resmi transaksi antara pabrik dan petani.
Rincian Harga TBS Berdasarkan Umur Tanaman
Harga TBS bervariasi tergantung umur pohon kelapa sawit. Untuk tanaman berumur 3 tahun, harga ditetapkan Rp2.881,58 per kilogram, sementara umur 4 tahun sebesar Rp3.269,94 per kilogram.
Tanaman berumur 5 tahun dihargai Rp3.466,64 per kilogram dan umur 6 tahun Rp3.618,16 per kilogram. Umur 7 tahun mencapai Rp3.695,71 per kilogram, sedangkan umur 8 tahun naik menjadi Rp3.739,43 per kilogram.
Untuk tanaman berumur 9 tahun, harga TBS tercatat Rp3.743,34 per kilogram. Sedangkan umur 10 hingga 20 tahun dijual dengan harga Rp3.722,96 per kilogram, memberikan kestabilan bagi petani yang memiliki pohon sawit produktif.
Harga untuk tanaman berumur 21 tahun sebesar Rp3.663,99 per kilogram. Pohon berumur 25 tahun dipatok Rp3.406,34 per kilogram, sementara pohon dengan umur 26 hingga 30 tahun memiliki rentang harga Rp3.361,17 hingga Rp3.240,62 per kilogram.
Dampak Kenaikan Harga bagi Petani Plasma
Kenaikan harga TBS memberikan tambahan penghasilan bagi petani plasma, terutama yang mengelola kebun produktif. Hal ini juga diharapkan mendorong investasi kembali ke sektor sawit oleh petani lokal.
Pendapatan yang meningkat dapat membantu petani memenuhi kebutuhan rumah tangga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain itu, harga yang lebih baik menjadi motivasi bagi petani untuk menjaga kualitas produksi.
Proyeksi Pasar Sawit dan Harapan Ke Depan
Penguatan harga TBS di Riau sejalan dengan tren positif harga CPO dan Kernel secara global. Para petani berharap momentum ini dapat berlanjut hingga beberapa bulan ke depan agar pendapatan lebih stabil.
Kenaikan harga juga mendorong pabrik sawit untuk menjaga ketersediaan pasokan TBS. Dengan koordinasi yang baik antara petani dan perusahaan, pasar sawit di Riau diproyeksikan tetap sehat dan menguntungkan semua pihak.
Dinas Perkebunan Riau terus memantau perkembangan harga dan akan menyesuaikan harga TBS secara berkala. Langkah ini dilakukan agar harga tetap mencerminkan kondisi pasar global dan menjaga keadilan bagi petani plasma.
Kenaikan harga TBS di Riau menjadi sinyal positif bagi seluruh pelaku industri sawit. Pemerintah berharap harga yang stabil dan meningkat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta kesejahteraan masyarakat petani.
Dengan penguatan harga CPO dan Kernel, transaksi antara petani dan pabrik sawit diharapkan berjalan lancar. Para petani plasma kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas dan hasil panen.