Pupuk Indonesia Genjot Penebusan Bersubsidi Takalar, Baru 58% dari Alokasi

Minggu, 20 September 2026 | 14:34:00 WIB
Pupuk Indonesia Genjot Penebusan Bersubsidi Takalar, Baru 58% dari Alokasi

KANALEKONOMI.ID — PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Takalar baru mencapai 17.167 ton atau 58 persen dari alokasi 29.776 ton per 15 September 2026. Perusahaan mendorong percepatan penebusan menjelang Musim Tanam Oktober 2026-Maret 2027 melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan kios resmi.

Dari total 29.068 petani yang terdaftar dalam e-RDKK, sebanyak 18.313 petani atau 63 persen sudah melakukan penebusan. Stok pupuk bersubsidi di Takalar per 16 September 2026 tercatat 2.042 ton, sementara Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan 132.228 ton untuk disalurkan ke petani.

Direktur Manajemen Aset Pupuk Indonesia Tri Wahyudi Saleh menyatakan perseroan berkomitmen memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan tersalurkan sesuai prinsip 7 Tepat, yakni tepat jenis, jumlah, harga, waktu, tempat, mutu, dan sasaran.

    "Kolaborasi seluruh pihak perlu terus diperkuat agar proses penyaluran berjalan optimal dan kebutuhan petani dapat terpenuhi," kata Tri dalam kegiatan Rembuk Tani dan Tebus Bersama Pupuk Indonesia, Kamis (17/8).

    Mengapa Penebusan Baru 58 Persen

    Tri menyebut komunikasi yang berjalan baik dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), PUD, dan PPTS atau kios akan membantu mengidentifikasi kebutuhan dan kendala lebih awal. Temuan di lapangan bisa ditindaklanjuti bersama sebelum musim tanam bergulir.

    "Kami terus mendorong agar seluruh ekosistem penyaluran pupuk dapat berjalan secara optimal. Tidak hanya memastikan ketersediaan pupuk, tetapi juga memastikan proses penyalurannya berjalan sesuai ketentuan dan dapat diakses oleh petani yang memiliki alokasi," ujar Tri.

    Regional CEO 4 Pupuk Indonesia Wisnu Ramadhani menilai musim tanam Oktober 2026-Maret 2027 menjadi momentum meningkatkan koordinasi. Kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi, menurutnya, butuh sinergi kuat dari hulu hingga hilir, termasuk peran aktif pemerintah daerah, penyuluh, PUD, PPTS, dan petani.

    "Kami berharap koordinasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat, sehingga berbagai kebutuhan maupun kendala di lapangan dapat segera dikomunikasikan dan ditindaklanjuti," imbuh Wisnu.

    Stok dan Dukungan Infrastruktur di Sulawesi Selatan

    Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Takalar tersedia melalui PPTS resmi perseroan sesuai alokasi dan ketentuan yang berlaku. Penguatan ketahanan stok pada kios resmi menjadi salah satu upaya yang dijalankan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

    Selain itu, perusahaan menjalankan program edukasi dan pendampingan bagi petani, disertai koordinasi serta evaluasi berkala bersama stakeholder daerah. Langkah tersebut diarahkan agar penyaluran tidak tersendat saat permintaan memuncak di awal musim tanam.

    Apa Artinya bagi Petani Takalar

    Bagi petani yang sudah terdaftar e-RDKK namun belum menebus alokasinya, sisa waktu sebelum Oktober menjadi peluang menyelesaikan penebusan. Keterlambatan berisiko membuat jatah pupuk tidak terserap pada periode yang ditentukan.

    Pupuk Indonesia menyatakan dukungan terhadap petani diarahkan untuk mempersiapkan Musim Tanam III sekaligus menjaga keberlanjutan produktivitas pertanian di Kabupaten Takalar dan Sulawesi Selatan. Perusahaan menargetkan peningkatan kualitas pelayanan dan kepastian penyaluran sesuai ketentuan.

Terkini