Harga Sembako

Perubahan Harga Sembako di Jawa Timur Februari 2026, Kenaikan Gas dan Minyak Jadi Sorotan

Perubahan Harga Sembako di Jawa Timur Februari 2026, Kenaikan Gas dan Minyak Jadi Sorotan
Perubahan Harga Sembako di Jawa Timur Februari 2026, Kenaikan Gas dan Minyak Jadi Sorotan

JAKARTA - Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur mengalami perubahan pada Senin, 23 Februari 2026. Data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) menunjukkan kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram dan beberapa jenis minyak goreng, sementara komoditas lain seperti bawang merah, cabai, dan daging justru turun.

Pemantauan harga sembako secara berkala menjadi penting untuk membantu masyarakat mengatur pengeluaran rumah tangga. Sembako merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar sehari-hari.

Daftar Harga Sembako Terbaru di Jawa Timur

Sembilan bahan pokok tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, mentega, daging sapi, daging ayam, telur, susu, bawang merah, bawang putih, gas elpiji, minyak tanah, serta garam. Cabai juga menjadi komoditas penting yang harganya perlu diperhatikan.

Beras premium dijual Rp 14.934 per kilogram dan beras medium Rp 12.969 per kilogram. Gula kristal putih berada di harga Rp 16.574 per kilogram, sementara minyak goreng curah Rp 18.618 per liter.

Minyak goreng kemasan premium dijual Rp 20.687 per liter dan kemasan sederhana Rp 17.335 per liter. Minyak goreng Minyakita dipatok Rp 16.178 per liter, sedangkan daging sapi paha belakang Rp 120.093 per kilogram.

Daging ayam ras dibanderol Rp 39.118 per kilogram dan ayam kampung Rp 69.152 per kilogram. Telur ayam ras Rp 29.765 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung Rp 45.719 per kilogram.

Susu kental manis Bendera Rp 12.550 per 370 gram, dan Indomilk Rp 12.248 per 370 gram. Susu bubuk Bendera Rp 42.066 per 400 gram, sedangkan Indomilk Rp 40.869 per 400 gram.

Garam bata Rp 1.894 per kilogram dan garam halus Rp 9.524 per kilogram. Cabai merah keriting Rp 36.535 per kilogram, cabai merah besar Rp 32.711, dan cabai rawit merah Rp 95.581.

Bawang merah Rp 37.583 per kilogram dan bawang putih Rp 32.072 per kilogram. Harga gas elpiji 3 kilogram tercatat Rp 20.029 per tabung.

Faktor Penyebab Perubahan Harga

Secara spesifik, gas elpiji naik Rp 283 atau 1,43 persen. Minyak goreng premium naik Rp 336 atau 1,65 persen, sedangkan Minyakita naik Rp 108 atau 0,67 persen.

Sementara itu, bawang merah turun Rp 239 atau 0,63 persen. Cabai rawit merah turun signifikan Rp 12.224 atau 11,34 persen, sedangkan cabai merah besar dan keriting turun Rp 902 (2,68 persen) dan Rp 1.163 (3,09 persen).

Daging sapi, ayam ras, dan ayam kampung juga terpantau lebih murah dibandingkan hari sebelumnya. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh faktor permintaan dan penawaran di pasar.

Kondisi cuaca menjadi faktor lain yang memengaruhi harga sembako. Cuaca ekstrem atau perubahan musim dapat berdampak pada produksi pertanian dan ketersediaan pasokan.

Kebijakan pemerintah terkait impor, subsidi, dan pajak turut berperan dalam dinamika harga. Biaya produksi, seperti kenaikan harga pupuk, bahan bakar, dan upah tenaga kerja, juga memengaruhi harga jual.

Nilai tukar mata uang menjadi salah satu faktor tambahan, terutama bagi bahan pokok impor. Inflasi tinggi secara umum mendorong kenaikan harga barang dan jasa, termasuk sembako.

Stabilitas ekonomi juga menentukan dinamika harga di pasar. Masalah distribusi seperti kemacetan atau kendala logistik dapat menghambat pasokan dan menekan harga.

Pentingnya Pemantauan Harga dan Pengelolaan Rumah Tangga

Karena berbagai faktor tersebut, harga sembako cenderung dinamis dan memerlukan pengawasan cermat. Kebijakan yang tepat dapat membantu menjaga stabilitas pasar dan mencegah lonjakan harga yang merugikan masyarakat.

Perlu dicatat bahwa data di atas adalah harga rata-rata di Jawa Timur. Harga aktual bisa berbeda di setiap pasar, sehingga pemantauan secara berkala tetap diperlukan oleh setiap rumah tangga.

Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan pengeluaran dan mengantisipasi perubahan harga sembako. Dengan pemahaman fluktuasi harga, keluarga dapat mengatur kebutuhan pokok tanpa terbebani kenaikan mendadak.

Fluktuasi harga ini juga membuka peluang bagi pemerintah dan pedagang untuk merencanakan stok dan distribusi. Dengan koordinasi yang baik, kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga wajar.

Pengawasan ketat serta kebijakan yang responsif akan membantu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Hal ini menjadi kunci agar harga sembako tetap stabil dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index