JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) mengandalkan jajaran pemain muda untuk berlaga di ajang Piala Davis World Group II menghadapi Rumania di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, akhir pekan ini. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pembinaan sekaligus memperkaya jam terbang di tingkat senior.
Kebijakan tersebut menyebabkan deretan petenis senior, seperti Muhammad Rifqi Fitriadi dan Christopher Rungkat, absen dari susunan pemain tim nasional kali ini. Keduanya difokuskan untuk persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
"Jadi kami ada persiapan untuk pembinaan. Ini adalah kesempatan terbaik buat junior kami," kata Sekretaris Jenderal Pelti Andi Fajar, Senin (14/9/2026).
- Baca Juga KPK Geledah Rumah Dirjen BPN di Bekasi
Andi menjelaskan, Pelti memanggil dua petenis junior, Refalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp, guna menimba pengalaman di panggung Piala Davis. Kendati masih berusia muda, keduanya telah mengantongi peringkat ATP serta pengalaman bertanding di turnamen kelas senior.
"Falen dan Zapp itu adalah usia junior tetapi punya peringkat ATP. Dia bisa runner-up di Amman Cup di Bali yang M15 itu. Itu kan prestasi yang luar biasa," ujar Andi.
Ia menilai partisipasi di Piala Davis menjadi tolok ukur berharga bagi kedua pemain untuk menguji performa sekaligus menimba ilmu saat bertemu lawan dengan peringkat dunia yang lebih tinggi.
Di sisi lain, absennya Rifqi dan Christo mempertimbangkan jadwal kejuaraan yang sangat berdekatan dengan Asian Games 2026.
Andi menuturkan, jadwal Piala Davis bergulir pada 18-19 September, sementara para pemain harus segera bersiap berangkat ke Jepang untuk ajang Asian Games sekitar tanggal 23-24 September.
"Ketakutan kami cedera dan lain-lain. Ini selisih waktunya sangat mepet. Recovery-nya kami ada kekhawatiran," ujar Andi.
Ia tidak memungkiri bahwa Indonesia bakal berhadapan dengan lawan yang tangguh di Piala Davis, termasuk pemain yang menduduki peringkat 300 besar ATP.
Walau begitu, Pelti tidak menjadikan skor akhir sebagai satu-satunya parameter keberhasilan dalam keikutsertaan Indonesia di turnamen tersebut.
Ia menegaskan komitmen utama Pelti saat ini difokuskan pada percepatan regenerasi atlet nasional melalui pemberian panggung bagi pemain muda di ajang internasional.
Andi mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan langkah berani dari Pelti demi memberikan kepercayaan penuh kepada darah muda di tengah tingginya ekspektasi hasil.
"Yang paling penting adalah kami ingin melakukan pembinaan yang serius terhadap generasi tenis kami di Indonesia," ujar Andi.
"Kami lihat hasilnya besok. Semoga anak-anak fit dan bisa tampil terbaik."
Pertandingan Piala Davis World Group II antara Indonesia melawan Rumania dijadwalkan berlangsung di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 18-19 September 2026.