IHSG Dibuka Naik 0,27% ke 6.455 Meski Fed Naikkan Suku Bunga

IHSG Dibuka Naik 0,27% ke 6.455 Meski Fed Naikkan Suku Bunga

KANALEKONOMI.ID — Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat 0,27% ke posisi 6.455,03 pada perdagangan Kamis (17/9/2026), berbalik dari pelemahan 0,38% sehari sebelumnya. Penguatan terjadi meski The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75%-4%, keputusan pertama sejak Juli 2023.

Berdasarkan data Refinitiv, IHSG melanjutkan penguatan hingga 0,6% setelah dibuka di 6.455,03. Pada awal sesi, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.460,57 dan terendah 6.452,96.

Pergerakan saham masih beragam. Sebanyak 199 saham menguat, 150 melemah, dan 614 stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp188,5 miliar dengan volume 398,8 juta saham dan frekuensi 31.180 kali.

Keputusan The Fed Bayangi Pasar

Bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke rentang 3,75%-4%. Sebanyak 16 dari 18 pejabat The Fed memperkirakan masih ada setidaknya satu kenaikan lanjutan sebesar 25 bps hingga akhir tahun.

Sikap tersebut mencerminkan kekhawatiran The Fed terhadap inflasi yang masih tinggi. Keputusan itu langsung mendorong indeks dolar AS ke level 100,252, tertinggi sejak 12 Agustus 2026.

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun menembus 5,004%, level tertinggi sejak Juli 2007. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan terhadap rupiah dan memicu perpindahan dana investor ke aset berdenominasi dolar AS.

Konflik Timur Tengah Tambah Tekanan

Kelompok Houthi disebut berhasil menguasai sejumlah wilayah dan pulau di sekitar Selat Bab el-Mandeb. Jalur tersebut merupakan titik strategis perdagangan minyak global bersama Selat Hormuz.

Perkembangan ini meningkatkan risiko gangguan pasokan dan distribusi minyak. Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar risiko inflasi global sekaligus menambah beban negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

Sentimen Domestik yang Dicermati Pelaku Pasar

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan penerapan pemungutan PPh pedagang online melalui marketplace pada 1 Oktober 2026. Penindakan OJK terhadap emiten yang melanggar ketentuan pasar modal juga menjadi perhatian.

Pasar global akan menantikan rilis klaim pengangguran AS dan inflasi final Zona Euro Agustus 2026. Keputusan suku bunga Bank of England turut dinanti untuk memberi petunjuk arah kebijakan moneter.

Tekanan Politik ke The Fed

Presiden AS Donald Trump kembali mendesak penurunan suku bunga secara agresif hingga 1% atau lebih rendah. Perbedaan pandangan tersebut menambah perhatian pasar terhadap independensi bank sentral AS.

Sehari sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,38%. Indeks sempat menguat lebih dari 1% pada awal perdagangan Rabu (16/9/2026) sebelum berbalik ke zona merah hingga penutupan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index