IHSG Ditutup Melemah 0,33% ke 6.441,15, Asing Masih Net Buy Rp152,69 Miliar

IHSG Ditutup Melemah 0,33% ke 6.441,15, Asing Masih Net Buy Rp152,69 Miliar

KANALEKONOMI.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (19/9/2026) di level 6.441,15, turun 21,27 poin atau 0,33% dari posisi sebelumnya. Tekanan jual di hampir seluruh sektor menutup ruang kenaikan indeks, meski sempat menyentuh zona hijau di awal sesi. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut menyusut menjadi Rp11.290,32 triliun.

Data BEI menunjukkan IHSG bergerak dalam rentang terbatas sepanjang hari. Level tertinggi indeks tercatat di 6.521,02, sementara titik terendahnya menyentuh 6.419,49.

Meski indeks berakhir di zona merah, aktivitas transaksi tergolong ramai. Volume perdagangan mencapai 31,09 miliar saham dengan nilai transaksi Rp19,04 triliun dan frekuensi 1,91 juta kali.

Tekanan Jual Lebih Dominan di Hampir Semua Sektor

Dari sisi pergerakan saham, jumlah emiten yang melemah jauh melampaui yang menguat. Sebanyak 442 saham turun, 204 saham naik, dan 144 saham stagnan.

Komposisi itu menegaskan bahwa tekanan jual tersebar cukup merata. Indeks pun sulit mempertahankan penguatan yang sempat terjadi di awal perdagangan.

Sentimen The Fed Mulai Dicerna Pasar

Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas M Nafan Aji Gusta menilai sentimen perdagangan IHSG sebenarnya cenderung positif. Salah satu penopangnya adalah aksi beli bersih investor asing (net foreign buy) pada perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp152,69 miliar.

"Pelaku pasar mulai dapat mencerna dan merespons arah kebijakan moneter The Fed dengan lebih baik," kata Nafan dalam riset hariannya.

The Fed diketahui menaikkan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%. Pasar sempat dibayangi kekhawatiran akibat sinyal kebijakan yang dinilai ketat (hawkish) serta pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh soal tingginya inflasi.

Nafan menilai kekhawatiran itu mulai mereda. Pelaku pasar melihat langkah tegas The Fed justru memperkuat kredibilitas bank sentral dalam mengendalikan inflasi tanpa menekan pertumbuhan ekonomi secara drastis.

"Namun, ketidakpastian tersebut memudar sebab para pelaku pasar menilai tindakan tegas The Fed justru membangun kredibilitas bank sentral dalam mengendalikan inflasi tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi secara drastis, sehingga mendorong market euphoria," ujar Nafan.

Proyeksi Teknikal: Support 6.371, Resistance 6.566

Untuk perdagangan berikutnya, Nafan memproyeksikan IHSG bergerak dengan area support di level 6.371 dan 6.290. Sementara area resistance berada di level 6.566 dan 6.636.

Pergerakan indeks ke depan akan bergantung pada respons lanjutan pasar terhadap arah kebijakan The Fed. Aliran dana asing dan rilis data ekonomi domestik menjadi faktor yang perlu dicermati investor.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index