KANALEKONOMI.ID — Nilai tukar rupiah ditutup melemah 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp17.758 per dolar AS pada perdagangan Jumat (18/9) sore. Pelemahan tipis terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan depan. Pergerakan mata uang Asia yang bervariasi turut mewarnai sesi perdagangan hari ini.
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai pasar sedang menahan posisi menjelang rapat bank sentral. Pelaku pasar memperkirakan BI akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada RDG pekan depan.
Mata Uang Asia Bergerak Bervariasi
Pergerakan rupiah berlangsung di tengah dinamika mata uang kawasan yang tidak seragam. Sejumlah mata uang Asia mencatat penguatan terhadap dolar AS, sementara lainnya melemah.
- Yuan China menguat 0,11 persen
- Ringgit Malaysia naik 0,45 persen
- Dolar Hong Kong menguat 0,02 persen
- Peso Filipina melemah 0,05 persen
- Dolar Singapura turun 0,09 persen
- Yen Jepang terdepresiasi 1,09 persen
- Won Korea Selatan melemah 0,28 persen
Yen Jepang menjadi mata uang Asia dengan pelemahan terdalam, mencapai 1,09 persen. Won Korea Selatan menyusul dengan penurunan 0,28 persen.
Mata Uang Negara Maju Juga Bervariasi
Dolar Australia memimpin penguatan di antara mata uang utama dengan kenaikan 0,21 persen. Euro Eropa menguat 0,09 persen, diikuti poundsterling Inggris yang naik 0,08 persen.
Sebaliknya, dolar Kanada melemah 0,04 persen terhadap dolar AS. Franc Swiss nyaris tidak bergerak alias datar pada sesi ini.
Faktor Penekan Rupiah
Lukman menyebut penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup besar belum mampu memberi dukungan berarti bagi rupiah. Faktor dominan tetap ekspektasi kebijakan suku bunga BI.
"Rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar AS tertekan oleh antisipasi RDG BI minggu depan yang diperkirakan akan menahan tingkat suku bunga. Penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup besar tidak banyak mendukung rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Pasar kini menanti keputusan suku bunga BI untuk mendapat arah lanjutan. Sikap bank sentral dalam menjaga stabilitas kurs akan menjadi penentu pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.