BTN Terbitkan Obligasi Sosial Rp2 Triliun, Kupon Maksimal 7,25%

Rabu, 16 September 2026 | 19:29:00 WIB

KANALEKONOMI.ID — PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp2 triliun dengan kupon tetap hingga 7,25% per tahun. Emisi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan dengan target penghimpunan dana Rp10 triliun.

Obligasi yang ditawarkan terdiri dari dua seri. Seri A memiliki pokok Rp950 miliar dengan bunga tetap 7,05% per tahun dan tenor 370 hari kalender sejak tanggal emisi. Adapun Seri B bernilai Rp1,05 triliun dengan bunga 7,25% per tahun dan tenor tiga tahun.

Bunga dibayarkan setiap triwulan, dengan pembayaran pertama dijadwalkan pada 6 Januari 2027. Seri A akan jatuh tempo pada 16 Oktober 2027, sedangkan Seri B jatuh tempo 6 Oktober 2029.

Jadwal Penawaran dan Pencatatan di BEI

Masa penawaran umum obligasi berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2026. Penjatahan dijadwalkan 2 Oktober 2026, sementara pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi secara elektronik dilakukan pada 6 Oktober 2026.

Obligasi akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 7 Oktober 2026. Pemesanan dapat dilakukan dengan nilai sekurang-kurangnya Rp5 juta dan kelipatannya, dengan harga penawaran 100% dari nilai nominal.

Dana untuk Proyek Sosial dan UMKM

Seluruh dana hasil penawaran umum, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk pembiayaan baru maupun pembiayaan kembali proyek sosial. Cakupannya meliputi layanan infrastruktur dasar yang terjangkau, perumahan terjangkau, penciptaan lapangan kerja, serta program pengurangan pengangguran.

Dana juga dapat disalurkan untuk pembiayaan usaha kecil dan menengah serta pembiayaan mikro. BTN menargetkan alokasi dana rampung dalam dua tahun sejak tanggal penerbitan, dengan porsi pembiayaan baru sekitar 80% hingga 100% dari total dana.

Porsi pembiayaan kembali dibatasi maksimal 20%, dengan periode tinjauan maksimal tiga tahun untuk proyek yang dibiayai ulang. Dana ditempatkan dalam rekening khusus sesuai ketentuan POJK Nomor 18 Tahun 2023, dan BTN wajib menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana setiap enam bulan.

Siapa Penjamin dan Bagaimana Peringkatnya

BTN menunjuk PT BCA Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi sekaligus penjamin emisi. Emisi dijamin dengan kesanggupan penuh atau full commitment.

Mandiri Sekuritas memegang porsi penjaminan terbesar Rp720,415 miliar atau 36,02%, disusul Indo Premier Sekuritas Rp568,035 miliar (28,40%), BRI Danareksa Sekuritas Rp391,1 miliar (19,56%), dan BCA Sekuritas Rp320,45 miliar (16,02%). PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Pefindo memberi peringkat idAAA atau Triple A untuk obligasi ini, berlaku pada periode 4 September 2026 hingga 1 September 2027. Meski berperingkat tertinggi, obligasi tidak dijamin dengan jaminan khusus, melainkan dengan seluruh harta kekayaan perusahaan.

Hak pemegang obligasi bersifat paripassu tanpa hak preferen dengan kreditur lainnya, kecuali kreditur pemegang jaminan khusus. Risiko utama yang dihadapi investor adalah likuiditas obligasi yang rendah karena instrumen ini ditujukan sebagai investasi jangka panjang.

Per 30 Juni 2026, BTN mencatatkan total aset Rp545,16 triliun, naik 12,45% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kredit yang diberikan mencapai Rp344,71 triliun, sedangkan pembiayaan dan piutang syariah Rp58,21 triliun.

Penerbitan tahap II ini menyusul Tahap I Tahun 2025 yang hanya menghimpun Rp300 miliar, jauh di bawah target Rp10 triliun dalam penawaran umum berkelanjutan. Bagi investor yang mencari instrumen pendapatan tetap berperingkat tinggi, obligasi ini menawarkan kupon di atas rata-rata deposito perbankan, dengan catatan dana harus dikunci hingga jatuh tempo.

Terkini