KANALEKONOMI.ID — Investor asing mencatatkan aksi jual bersih pada saham-saham bank besar sepanjang pekan ini, dengan BMRI menjadi yang terbesar mencapai Rp 699,9 miliar. Tekanan jual itu menyeret harga saham BBNI turun 2,41% dan BMRI melemah 2,07% hingga perdagangan Jumat (18/9/2026). Di sisi lain, likuiditas perbankan masih ditopang penempatan dana SAL pemerintah sebesar Rp 200 triliun.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia hingga Jumat (18/9/2026) menunjukkan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 2,41% dalam sepekan ke level Rp 3.650 per saham. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyusul dengan penurunan 2,07% menjadi Rp 4.260 per saham.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga turun 0,6% ke Rp 3.310 per saham. Meski begitu, secara akumulasi lima hari perdagangan BBRI masih mencatat kenaikan 1,22%.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 0,79% ke level Rp 6.300 per saham. Sepanjang lima hari perdagangan, saham bank swasta terbesar itu melemah 0,4%.
BMRI dan BBCA Paling Ditinggal Asing
Arus dana asing memperlihatkan tekanan paling dalam pada BMRI. Nilai jual bersih investor asing di saham itu mencapai sekitar Rp 699,9 miliar sepanjang pekan.
BBCA menyusul dengan net sell asing sekitar Rp 631,1 miliar. BBNI mencatat jual bersih Rp 204,4 miliar, sedangkan BBRI sebesar Rp 176 miliar.
Pola ini menegaskan bahwa koreksi saham perbankan pekan ini bukan sekadar rotasi sektoral. Tekanan datang dari aliran dana keluar yang menyasar hampir seluruh bank besar berkapitalisasi jumbo.
Dana SAL Rp 200 Triliun Tetap di Perbankan
Di tengah tekanan pasar, likuiditas perbankan mendapat sokongan dari kebijakan pemerintah. Pemerintah memastikan dana sebesar Rp 200 triliun tetap ditempatkan di perbankan hingga Juli 2027.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan kebijakan itu merupakan kelanjutan komunikasi pemerintah dengan Bank Indonesia (BI) dan industri perbankan.
"Intinya, akhir tahun tetap sampai Rp 200 triliun dan diperpanjang sampai Juli tahun depan," ujar Juda dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi September 2026, Jumat (18/9/2026).
Apa Artinya bagi Investor Bank
Penempatan dana SAL berfungsi menjaga pasokan likuiditas di sistem perbankan. Bagi pelaku pasar, sinyal ini mengurangi risiko keketatan dana yang biasanya menekan margin bunga bersih bank.
Namun, aksi jual asing yang masih berlanjut menjadi penentu arah harga saham bank dalam beberapa sesi ke depan. Investor perlu mencermati apakah net sell asing berlanjut di BMRI dan BBCA, dua saham dengan nilai jual bersih terbesar pekan ini.
Harga saham BBNI, BMRI, BBRI, dan BBCA saat ini berada di level yang lebih rendah dibanding awal pekan. Bagi investor jangka panjang, koreksi ini membuka peluang akumulasi, asalkan tekanan dana asing mereda.