Menhut Perintahkan Penyelamatan Satwa Berbarengan Pemadaman Karhutla

Menhut Perintahkan Penyelamatan Satwa Berbarengan Pemadaman Karhutla
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menginstruksikan agar upaya evakuasi dan penyelamatan satwa dilaksanakan secara beriringan dengan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Saya sudah perintahkan seluruh jajaran, BKSDA, di semua balai, ya. Untuk kami berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kami yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kami proteksi secara bersama-sama,” kata Raja Juli di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, dikutip dari keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Imbas dari bencana karhutla tidak cuma menyasar manusia, melainkan juga mengancam keberlangsungan satwa serta fauna lain yang berposisi rentan terhadap amukan api.

“Dampak karhutla ini tidak hanya kepada manusia, tapi makhluk hidup yang lain yang kebetulan mereka adalah makhluk hidup yang vulnerable terhadap karhutla,” ujar dia.

Raja memaparkan bahwa satwa liar menyimpan keterbatasan untuk menyampaikan situasi pelik yang mereka alami.

Pasalnya, kawanan satwa tersebut tidak mampu melayangkan sinyal bahaya atau memohon pertolongan saat terdesak dalam bahaya.

“Dan mereka makhluk hidup yang tidak bisa meminta tolong, ya. Meminta, memberikan aba-aba SOS dan lain sebagainya. Berbeda dengan manusia,” katanya.

Lantaran hal tersebut, Raja Juli menginstruksikan seluruh jajaran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di pelbagai daerah guna turut memperkokoh proteksi bagi satwa liar di tengah-tengah penanggulangan karhutla.

Berdasarkan pandangannya, langkah penyelamatan fauna wajib bergandengan tangan dengan aksi pemadaman kobaran api.

Secara khusus untuk penanganan orangutan, Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan lembaga mitra pun telah mengoperasikan saluran pelaporan bagi warga yang menjumpai satwa terdampak bencana karhutla.

Ia mengimbau publik yang menemukan keberadaan orangutan di lingkungan pemukiman atau area desa agar bergegas mengontak call center supaya BKSDA beserta mitra dapat melangsungkan tindakan penyelamatan. 

Warga juga diwanti-wanti untuk tidak memberikan asupan makanan maupun mengambil tindakan mandiri terhadap orangutan yang mereka jumpai.

Di samping itu, Raja mengimbuhi bahwa instansinya turut menyalurkan sokongan terkait pemenuhan medis bagi orangutan terdampak, mencakup suplai oksigen dan nebulizer untuk mengatasi gangguan pernapasan.

Selanjutnya, perlengkapan untuk prosedur evakuasi serta dukungan tim dokter hewan turut disiagakan guna menopang penanganan satwa yang memerlukan bantuan darurat.

"Penanganan satwa terdampak juga didukung sejumlah kebutuhan medis," tegasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index