Prabowo Minta Danantara Biayai Perluasan Rute LRT Jakarta ke Dukuh Atas

Rabu, 16 September 2026 | 19:58:00 WIB

KANALEKONOMI.ID — Presiden Prabowo Subianto meminta Danantara ikut membiayai perluasan rute LRT Jakarta dari Manggarai menuju Dukuh Atas, proyek yang membutuhkan dana Rp2,7 triliun. Permintaan itu disampaikan langsung di hadapan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat peresmian rute Kelapa Gading-Manggarai, Rabu (16/9/2026).

Peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun Manggarai, Rabu (16/9/2026), menjadi panggung bagi Prabowo untuk menegaskan posisi Jakarta sebagai ibu kota yang pembangunannya tidak bisa dilepaskan dari dukungan pemerintah pusat. Ia menyebut Danantara memiliki kewajiban membantu Pemprov DKI.

"Tadi ada sedikit harapan ya dari Gubernur Danantara untuk ikut bantu, saya kira Danantara wajib membantu," kata Prabowo dalam pidatonya.

Pernyataan itu muncul tak lama setelah Pramono Anung menyampaikan kebutuhan pembiayaan tahap berikutnya. Perpanjangan jalur dari Manggarai ke Dukuh Atas memerlukan dana Rp2,7 triliun, angka yang menurut gubernur tidak bisa ditutup hanya dengan anggaran daerah.

Jakarta Dinilai Milik Seluruh Bangsa, Bukan Hanya Warga DKI

Prabowo menempatkan proyek LRT sebagai persoalan nasional, bukan sekadar urusan Pemprov DKI. Menurutnya, status Jakarta sebagai ibu kota membuat seluruh warga Indonesia berkepentingan atas kualitas transportasi publik di sana.

"Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa," ujarnya.

Pandangan itu menjadi dasar bagi Prabowo untuk menugaskan Danantara masuk ke skema pembiayaan. Daya Anagata Nusantara, badan pengelola investasi yang dibentuk pemerintah, dipandang punya kapasitas fiskal yang tidak dimiliki daerah.

Pramono Siapkan Alternatif Pembiayaan di Luar Danantara

Pemprov DKI tidak menyerahkan seluruh beban kepada pemerintah pusat. Pramono menyatakan telah menyiapkan sejumlah skema pembiayaan untuk memastikan perpanjangan rute tetap berjalan, terlepas dari kepastian dukungan Danantara.

"Jadi saya sebagai gubernur, sebagai pemimpin Jakarta tentunya harus punya berbagai alternatif pembiayaan untuk penyelesaian LRT di Jakarta ini," kata Pramono usai peresmian di Stasiun Manggarai.

Ia tidak merinci bentuk alternatif yang dimaksud, termasuk apakah mencakup pinjaman daerah, kerja sama pemerintah dan badan usaha, atau pendanaan campuran. Yang jelas, kebutuhan Rp2,7 triliun untuk segmen Manggarai-Dukuh Atas menjadi fokus pembahasan lanjutan.

Koneksi Manggarai-Dukuh Atas dan Dampaknya bagi Pengguna

Segmen Manggarai-Dukuh Atas berfungsi menyambungkan LRT Jakarta dengan kawasan perkantoran dan simpul transportasi di pusat kota. Jalur ini berpotensi memangkas waktu perjalanan warga yang selama ini berpindah moda di kawasan tersebut.

Rute Kelapa Gading-Manggarai yang baru diresmikan menjadi tulang punggung pertama. Perluasannya ke Dukuh Atas akan menentukan seberapa besar LRT Jakarta mampu menarik penumpang dari kendaraan pribadi.

Bagi Pemprov DKI, kepastian pembiayaan menjadi syarat sebelum konstruksi segmen baru bisa dimulai. Tanpa dana yang jelas, jadwal pembangunan berisiko mundur.

Danantara dan Ujian Pertama Pembiayaan Infrastruktur Urban

Permintaan Prabowo menempatkan Danantara pada posisi yang belum banyak diuji: membiayai proyek transportasi perkotaan yang secara komersial tidak selalu menguntungkan dalam jangka pendek. Selama ini badan tersebut lebih dikenal menangani investasi berskala besar.

Jika Danantara benar masuk, pola pembiayaan LRT Jakarta bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi persoalan serupa. Sebaliknya, ketidakjelasan skema berpotensi menimbulkan pertanyaan soal peran dan prioritas badan investasi itu.

Pemerintah pusat dan Pemprov DKI belum mengumumkan tenggat resmi pembahasan pembiayaan segmen Manggarai-Dukuh Atas. Yang tersisa dari peresmian Rabu itu adalah sinyal politik: Jakarta disebut sebagai milik seluruh bangsa, dan pembangunannya disebut sebagai tanggung jawab bersama.

Terkini